Sabtu, 06 November 2010

interior ruang makan

DESAIN INTERIOR

sebelumnya saya minta maaf kepada pembaca karena belum sempat masukan gambar-gambarnya

RUANG MAKAN
Sebuah referensi dalam perancangan interior
Disusun oleh :

0807773    Zulfina Agustin
0807783    Nurul Firda
0808183    Siti Kurniasih
0808573    Ibnu Candra T.
0809153    Wulan Tresna M.
0809493    Selvana

Desain Interior
Studi Analisis Ruang Makan
Oleh :
Nurul Firda 0807783

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKTUR
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2010

RUANGAN MAKAN    NURUL FIRDA 0807783
    Area makan pada umumnya berdampingan dengan ruangduduk dan dapur atau pantry. Aktivitas yang terjadi di area makan adalah persiapan makan, makan dan minum, “ngobrol”, hingga aktivitas menonton TV. Ada pula yang menyukai melakukan kegiatan makan di ruangan terbuka karena member Sarapan di meja teras tanpa atap atau mengundang tamu untuk makan pagi di teras belakang yang menyatu dengan taman tentu saja member kesan yang berbeda. Pada kesempatan khusus suausana makan dapat dibuat lebih berbeda dengan menggunakan peranti makan koleksi special dan rangkaian bunga yang menambah semarak suasana sesuai dengan tema-tema khusus yang dipilih.
    Dalam kasus apartemen dengan luasan ruang yang terbatas biasanya menggabungkan area untuk makan dengan aktivitas pengantarnya sehingga acapkali digabung dengan pantry dan ruang duduk. Pemisahan area di sekitarnya dapat dilakukan secara tersamar yang dengan membuat pengolahan elemen interior seperti dinding, lantai dan plafond. Sedangkan untuk rumah tinggal lebih fleksibel karena memiliki keleluasaan dalam penempatannya. Konsep yang lebih pintar dapat diterapkan dengan membuat konsep ruang makan semi outdoor dengan memanfaatkan teras sebagai kepanjangan dari ruang dalam.
    Elemen utama untuk area makanadalah furniture yang berupa kursi makan dan meja makan. Jumlah kursi makan sebaiknya disesuaikan dengan banyaknya anggota keluarga. Untuk area makan yang sempit, pengguanaan meja makan kaca dengan kursi makan yang disainnya sederhana dapat memberikan kesan ruangan yang lebih lega. Penambahan cermin di area makan yang sempit dapat member kesan manipulasi yang membuat ruangan seolah-olah dua kali lebih besar.
    Area makan yang terletak di teras atau di halaman dalam, umumnya menggunakan furniture kayu yang member kesan menyatu dengan alam. Pilihlah furniture yang kuat dan gampang dibersihkan karena area makan yang tidak berada di tempat tertutup, mudah terkena debu sepanjang hari dan retan terhadap pergantian cuaca.
Dinding area makan dapat dibuat cantik dan menarik dengan mengolah salah satu dinding secara khusus dengan tampilan ornament-ornamen atau lukisan yang menarik sebagai eye catching ruangan. Selain itu, pembuatan jendela tinggi dengan kaca transparan seukuran pintu, atau membuat jajaran jendela-jendela berukuran sedang memungkinkan masuknya sinar matahari ke dalam ruangan.
    Untuk palfon dan system pencahayaan, lampu downlight dengan dimmer dapat digunakan pada plafond datar sehingga cahaya dapat diatur sedemikian rupa leh kita sendiri. Pencahayaan di seputar area makan dapat difokuskan pada permukaan meja yang dapat dicapai dengan menggunakan lampu gantung yang arah pancrannya tepat dengan bias lampu yang memperjelas makanan. Pengolahan plafon untuk tempat makan semi outdoor perlu dikaukan agar makanan di meja makan tetap terjaga kebersihannya.
    Warna dalah elemen tambahan yang perlu di perhatikan. Beberapa warna tertentu dapat merangsang selera makan seperti warna merah. Warna ini memiliki intensitas yang sangan kuat. Karena itu, sebaiknya warna merah hanya digunakan sebagai aksentuasi sajaatau sebagai aksesoris dalam penataan ruang makan.

Bersantap di Courtyard
Ruang makan tidak harus berada di dalam sebuah ruangan dalam rumah. Adanya courtyard/taman dalam dapat diamanfaatkan untuk mendapatkan suasana alami dan segar sehingga suasana bersantap menjadi lebih menyenangkan.

     Layout ruang
Ruang makan ini terletak  di teras lebar yang mengadap langsung ke courtyard / taman dalam dan kolam. Area terbuaka ini diapit oleh selasar dan kamar-kamar tidur pada sisi kiri dan kanannya. Dengan layout ini, suasana bersantap jadi lebih nyaman dengan adanya pemandangan lepas kea rah tanaman hijau, suara gemercik air terjun di kolam, semilir angin dari aliran udara yang leluasa dan cahaya alami yang memberikan efek menenangkan. Ruang makan ini juga dirancang menyatu dengan pantry di bagian belakangnya untuk memudahkan sirkulasi dan aktivitas karena kedua ruangan mempunyai hubungan yang erat.
     Konsep Courtyard
Sejak awal perencanaan hunian, pemilik suda mengangan-angankan adanya courtyard/ taman dalam yang dikelilingi oleh ruang-ruang utama hunian seperti ruang duduk, ruang makan dan kamar tidur sehingga area terbuka ini menjadi pusat orientasi. Area ini sengaja tidak dinaungi oleh bidang atap apapun agar pemilik merasakan sensasi perubahan lingkungan di dalam rumah seperti derasnya hujan, kencangnya angin sampai serangga yang sering masuk ke dalam rumah. Selain ditanami rumput, biasanya lantai courtyard bias ditutup dengan perkerasanseperti keramik atau batu alam tetapi ada juga yang dibuat berupa kolam ikan dan tanaman airnya. Untuk mengurangi teriknya cahaya matahari maupun cipratan air hujan kea rah ruang makan, pemilik membangun wash basin yang disekat dengan rumpun tanaman Calathea. Material yang dipilih juga tahan terhadap air sekaligus menegaskan kesan tropis di area ini seperti bilah kayu penutup lantai, batu-batu koral yang mengelilingi rumput dan batu andesit yang menghias kolam.





     Furniture dan aksesoris
Furnitur dan aksesoris pada ruang ini didesain dengan kombinasi tradisional modern. Meja makan dan bangku amben berukiran panjang terbuat dari kayu jati bergaya kalsik Jawa. Kursi makan tanpa lengan terbuat dari bahan plastic polycarbonate dengan kaki besi. Diatas meja makan terdapat pula tiga buah lampu gantung dari bahan  baja nirkarat yang bernuansa modern.

Lokasi        : Kediaman Kel. Sustinaewan
         Di Rempoa, Jakarta Selatan
Desainer    : Pemilik dan Andin A. Haryo
Fotografer    : Ahkamul Hakim


Romantisme di ruang luar
Berada di area makan luar yang nyaman dengan view yang dibatasi bilah-bilah bamboo dan hijaunya dedaunan sambil memandabg birunya air kolam sungguh sangat menyejukkan hati.
     Layout area
Area makan terletak di belakang dan menyatu denagn taman denagn kolam renang  sebagai pelengkapnya. Area seluas 4 x 6 meter persegi yang ditutup dengan kanopi tersebut betul-betul terpisah dengan bangunan utama tetapi letaknya berdampingan dengan ruang makan dalam dan dapur.



     Elemen
Area ‘untuk ruang makan’ tersebut dibedakan denga membuat lantai yang ketinggiannya berbeda. Lantai keramik bertekstur yang menutupinya dibuat 10 cm lebih tinggi dari permukaan lantai taman belakang yang ditutup dengan koral sikat. Keempat biadang didnding terbuka dengan empat kolom penyangga struktur atap yang kerangkanya dibuat dari bahan kayu. Untuk melindungi dari cahaya matahari langsung, atap ditutup dengan anyaman bambu (gedek)dan tanaman merambat dilapisan terluar. Taman belakang menjadi bagian yang mendukung suasana di sekitar area makan. Nuansa tropis dimunculksn memlalui pemilihan jenis tanaman dan bilah-bilah bambu dalam suasana vertical yang menutupi dinding pembatas kavling.
Penempatan lampu gantung unik yang juga berfungsi sebagai kipas angin terbuat dari kayu dan rotan berada tepat di tengah-tengah plafond tampak serasi denagn anyaman tikar yang menghiasi atap area makan ini.
     Furniture
Perangkat meja makan dan kursi yang digunakan adalah meja makan berbentuk oval yang dapat dilipat membentuk persegi panjang dilengkapi dengan lima buah kursi makan tunggal dan stu bangku panjang. Seluruh furniture terbuat dari kayu tanpa finishing. Setiap kursi dan bangku diberi dudukan berupa bantalan berwarna putih.
     Warna
Secara keseluruhan, kombinasi warna–warna yang diambil dari warna-warna alam yaitu, cokelat, hijau, dan putih dengan sedikit aksen berwarna kuning memberiakan kesan bersih dan segar. Penempatan bantal-bnatal yang empuk berukuran besar dan berukuran sedang berwarna hijau daun, dan hijau kekuningan dan putih berguna untuk tempat bersandar, mempercantik tampialn kursi dan bangku makan. Rangkaian bunga romantic bertonasi hijau dan perlengkapan piranti makan (tableware) dan aksesoris berwarna greenlime seoleh-olah menyegarkan mata. Penempatan lilin-lilin aromathraphy berwana hijau di atas tempst lilin dari stainless steel hitam, jalinan lampu kecil yang dililitkan pada salah satu tiang dan rangkaian bunga beider-meyer menambah nuansa romantic suasana makan malam.

EFISIENSI RUANG TERBATAS
Luas yang terbatas kadang-kadang mengharuskan kita untuk menyatukan bebrapa ruangan pada satu sudut yang sama. Upaya ini dapat merupakan suatu keuntungan karena adanya kemudahan dalam beraktivitas.
     Layout Ruang
Apartemen seluas 50m² untuk pasang muda ini tidak besar sehingga ruang duduk, area makan, dan pantry disatukan. Untuk menhindari kesan sempit, ketiga ruangan tidak di batasi oleh bidang vertical, tetapi oleh permainan langit-langit gantung / drop ceiling dari bahan gypsum yang dibuat menerus hingga menutup sebagian dinding. Sedangkan lemari built in yang memndai pantry diberi finishing duco dengan warna serupa dan memenuhi sudut ruangan sehingga menyatu dengan langit-langit.lemari tersebut dilengkapi dengan sepasang pintu yang dapat ditarik keluar sehingga bila tertutup rapat, pantry terlihat seperti tampak sebuah lemari.
     Pencahayaan
Area makan diberi pencahayaan yang tidak berlebihan. Sebuah bohlam lampu pijar yang ditutup dengan bahan kain/fabric berbentuk bujur sangkar dan menyerupai tudung saji menempel pada drop ceiling  bagian vertical. Warna kuning yang dipancarkan membuatnya kontras dengan warna putih yang mendominasi ruang.
     Furnitur dan Aksesoris
Agar member kesan lapang dan ringan, daun meja makan terbuat dari bahan kaca setebal kurang lebih 12 mm yang dibuat mati menepel pada didnding dan lantai. Meja ini dilengkapi pula oleh seperangkat kursi makan berlengan dengan pelapis dari bahan kulit. Perangkat makan yang digunakan bernuansa modern dengan sedikit sentuhan graphic print bermotif floral pada piring yang tampil kontras dengan taplak meja dari bahan rotan.


Lokasi        : Show unit Apt. Hampton’s Park,
               Pondok Indah, Jakarta Selatan
Desainer    : Alex Bayusaputra dari Genius Loci
Fotografer    : Ahkamul hakim

PRAKTIS NAN AKTRAKTIF
Semakin tingginya mobilitas manusia dalam beraktivitas, maka semkain tinggi pula kebutuhan hunian yang mampu mendukung kondisi tersebut.
Tingginya aktivitas masyarakat urban yang pada akhirnya menuntut kepraktisan gaya hidup menjadi pertimbangan utama apertemen ini. Tatanan interior didesain menyesuaikan kondisi mobilitas manusia yang tinggi.  
     Layout Ruang
Dari ruang makan dapat terlihat pemandangan menarik dari luar apartemen, yang terbingkai oleh jendela.
Celah berbentuk kotak menjorok keluar pada dinding yang menghubungkan antara kamar tidur anak dengan ruang keluarga, memberikan rasa keakraban yang erat.
Keterpaduan ruang yaaang apik terlihhhat pula darrri sudut pantry. Letak ruang makan yang tidak jauh dari ruang keluarga mencerminkan suasana keakraban. Celah dinding yang terbentuk dari permainan bidang kotak, memberikan kesan aktraktif yang memikat.


     Pencahayaan
Area makan diberi pencahayaan yang tidak berlebihan. Dengan menggunakan lampu downlight yang berjajar rapih ditepi dinding dan juga menggunakan lampu pada bagian celah dinding yang menimbulkan kesan aktraktif yang sangat menarik perhatian.
     Warna
Pemilihan warna lebih kepada gradasi warna-warna monokromatik, seperti hitam dan putih. Warna putih mendominasi sisi dinding sehingga member kesan ruang yang lebih luas. Perpaduan dengan warna gelap, seperti hitam dan abu-abu, menjadikan ruangan terkesan sederhana dan praktis, namun tetap elegan.
     Furniture
Benda-benda dekoratif yang didominasi oleh bentuk-bentuk ramping dan tinggi menambah kesan luas pada ruangan.




FLUX IN ‘HYBRID’ HOME
Hunian dengan fungsi ganda memang sudah lazim ditemuakn diwilayah ibukota Jakarta. Masyarakat kini memang memimpikan memiliki hunian yang dekat dengan tempat bekerja, sehingga lebih hemat waktu dan tenaga.
Konsep bangunan multifungsi ini pula yang diangkat oleh Yakob Sutanto pada hunian miliknya yang berada di wilayah Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

     Gaya
Interior dan eksterior pada bangunan ini memiliki konsep flux dan hybrid yang terkesan dinamis. Konsep flux lebih diartikan sebagai bentukan yang dihasilkan dalam perjalanan air mengalir. Sementara hybrid lebih diartikan sebagai penggabungan antara dua hal yang berlawanan, seperti kasar-halus atau gelap-terang.


     Layout Ruang
Ruangan makan berada pada lantai dasar. Berada pada suatu ruang yang tidak terlalu luas. Penggunaan plafond yang bertumbuuk dan member kesan melayang pada langit-langit. Penggunaan kaca-kaca pun menjadi pilihan agar ruangan terlihat lebih luas.
     Material
Menggunakan kaca-kaca vertical untuk memberikan kesan luas pada ruangan. Menggunakan material parket kayu pada lantai, guna mempertegas bahwa ruanganini adalah ruangan domestic.
     Pencahayaan
Menggunakan lampu gantung yang berbentuk persegi panajang dengan kombinasi tiga lampu bohlam. Dan juga pengguanaan lampu pada lapisan kedua langit-langit sehingga member efek yang menarik dan memantul kea rah kaca yang terletak vertical di sampingnya.
     Furniture dan aksesoris
Pemilihan furniture tampak selaras antara ruangan dengan kursi, meja makan, dan juga aksesoris lainnya. Kursi yang dipilih bermodel minimalis dengan kaki besi dan dudukan yang berlapis kulit berwarna hitam membuat kesan yang sangat elegan dan modern.
Meja makan pada bagian kaki menggunakan besi dan juga kaca meja makan yang berwarna gelap menyesuaikan dengan kursi makan. Aksesoris yang lebih ditonjolkan pada meja makan dan lemari disekitar ruangan adalah botol bekas minuman (bir) bewarna hiaju tua.

BERMAIN
EKSPRESI PADA HUNIAN
Kediaman keluarga muda di wilayah Empu Sendok, Jakarta Selatan yang mempunyai keunikan tersendiri hasil dari realisasi eksperimen desain sang pemilik rumah dan arsiteknya.

     Layout Ruang
Ruang makan terletak tepat di samping ruang keluarga. Dan juga tepat dibawah sebuah void. Plafon ruangan menjualng tinggi di antara dinding-dinding pembatas rumah. Dan juga menggunakan penerapan fisika kalor. Terliaht juga banyak bukaan atau “sobekan-sobekan” di dinding sebagai celah masuknya udara dan cahaya.
     Pencahayaan
Pencahayaan pada siang hari lebih dominan didominasi oleh cahaya matahari. Dengan banyak bukaan dan celah di dinding memungkinkan pemasokan cahaya matahari. Lampu yang digunakan adalah down light yang jumlah nya pun tidak berlebihan. Berjajar memanjang mengikuti alur langit-langit.
     Warna
Warna dinding dan lantai didominasi denagn warna putih yang dapat memberikan efek sejuk dan luas pada ruangan. Warna kursi dan meja makan pun sepadan dengan warna-warna di ruang keluarga yaitu bernuansa gradasi cokelat.
     Furniture
Pemilihan meja bundar dari kayu disesuaikan dengan kursi makan yang mempuanyai dua motif pada warnannya. Garis-garis dan motif bungan dipadu dengan kombinasi wana orange dan gradasi cokelat antara kursu, meja, dan juga aksesoris perlengkapan makan, membuat ruang makan menarik perhatian dan menarik di lihat.

ROMANTIKA UNSUR ALAM
Memasukkan salah satu unsure alam pada suatu hunia penthouse bukan merupakan perkara mudah. Namun, dengan impian kenyamanan, unsure alam yang sederhana justru mampu menciptakan romantika nan memikat.
     Layout ruangan
Ruang makan ini berada di bangunan penthouse di lantai pertama. Untuk mengefisienkan tempat ruang makan disini lebih berfungsi sebagai pantry. Permainan langit-langit pun terlihat disini. Terjadi tepat di atas pantry ini. Ruangan ini ersampingan dengan ruang tangga dan ruang keluarga.



     Pencahayaan
Penggunaaan lampu hias yang sangat unik membuat ruang ini tidak terabaikan oleh mata. Lampu hias yang berkonsep digantung ini mempunyai cabang-cabang yang di pada bagian itu ditempatkan lampu bohlam yang terlihat seperti cabang-cabang pohon. 
     Warna
Didominasi oleh warna kecoklatan menyerupai kayu. Pada ruangan hamper seluruhnya bernuansa coklat yang selaras dengan lantai marmer dan juga furniture.
     Material
Menggunakan lantai marmer coklat tua. Dan terdapat partisi kayu yang menonjolkan permaianan tekkstur kaca pada pembatas ruang pantry dan ruang tangga menciptakan suasana glamour yang menawan.
     Furniture dan aksesoris
Kursi makan yang bernuansa cokelat dengan bordiran orange tua menyelaraskan dengan perlatan makan dan juga meja makan yang terbuat dari jati. Aksesoris seperti bunga plastic yang ditempatkan pada vas yang terbuat dari besi dan juga dua pasang lilin yang berjajar indah diatas meja makan membuat suasan semakin menawan dan glamour.


Nuansa Alam ketika Bersantap
Konsep ruang makan outdoor masih jarang diterapkan dalam desain-desain rumah tinggal. Namun jika konsep matang, maka akan terwujudlah area makan yang sangat didambakan oleh penghuni terutama masyarakat kota yang tinggal dipemukiman yang padat penduduk.

     Gaya
Gaya yang dimilik makan ini adalah green and nature style. Bernuansa alam yang ditonjolkan dalam perancangannya.
     Layout Ruang
Terletak pada bagian samping halaman belakang. Terlihat jelas kolam biru yang menambah kesan sejuk dan terdengar gemercik air yang menambah kesan tenang dan damai ketika menyantap makanan.
Dikelilinhi oleh kebun yang memiliki tanaman hijaun di antaranya pohon pisang-pisangan bahkan pohon mangga.
     Warna
Dominasi warna coklat kayu selaras dengan lingkungan sekitar.
     Penacahayaan
Cahaya dominan adalah cahaya matahari
     Material
Menggunakan lantai kayu parket dan juga penutup atap yang langit-langitnya dibuat tinggi agar udara semakin lancar keluar dan masuk.
Menggunakan anyaman rotan pada furniture menambahkan kesan yang sangat alami.
     Furniture & Aksesoris
Kursi makan yang dudukannya terbuat dari anyaman rotan dan kaki kursi makan terbuat dari kayu. Meja makan yang sangat unik. Kakai meja makan yang berasal dari gentong bekas besar dan pada bagian atasnya diletakkan kaca yang berberntuk lingkaran mengekspos kaki meja makan yang terbuat dari gentong berwarna gelap.
Dilengkapi dengan taplak anyaman berwarna coklat keemasan dan dipadukan dengan wadah anyaman rotan menjadikan suasana makan penghuni sangat menyatu dengan alam.

“Have your self a blue & white christmas”
     Gaya
Konsep yang diangkat pada ruang ini adalah konsep dekorasi Natal yang biasa dilaksanakan di rumah. 
     Warna
Warna biru dan putih mendominasi. Misalnya pada taplak dan gordyn. Dipadukan dengan warna coklat kayu pada furniture dan beberapa aksesoris lainnya.
     Material
Menggunakan lantai kayu parket dan cat coklat tua.
     Furniture dan Aksesoris
Pada bagian kaki kursi makan terbuat dari kayu jati dan dudukan kursi yang dilapisi kulit coklat muda berpadu dengan meja kkayu jati yang di lenkapi dengan taplak berwarna biru muda. Di atas kursi diletakkan bantal yang bersarung putih agar lebih menambah kesan natal pada interiornya. Peralatan makan berwarna putih diselaraskan dengan sekitar membuat paduan yang harmonis. Aksesoris tambahan yang tidak kalah menari adalah dua buah pajangan wayang orang dans ebuah sangkar burung kayu menambah suasana yang sangat hangat.

Perjalanan Kalimantan
Inspirasi interior yang dating karena perjalan menuju Kalimantan membuat desainer ini mengeksplorasi kebudayaan Indonesia yaitu wilayah Kalimantan yang ternyata sangat menarik di terapkan.

     Gaya
Gaya yang diterapkan bernuansa budaya Kalimantan terlihat dari hampir seluruh aksesoris yang digunakan merupakan cirri khas dari Kalimantan
     Warna
Warna didominasi oleh warna coklat kayu. Dapat dilihat dari lantai yang berwarna coklat muda dan furniture coklat tua juga aksesoris kain kain batik dari daerah Kalimantan.
     Material
Menggunakan lantai kayu parket. Untuk kursi dan meja menggunakan kayu jati hitam.
     Pencahayaan
Lampu yang digunakan cukup sederhana hanya satu buah dan ditambah oleh lampu hias tiang yang diletakkan di sudut ruangan dan juga aksesoris lilin diletakkan tepat ditengah mej makan membuat kesan hangat pada jamuan.
     Furniture & Aksesoris
Meja makan yang digunakan terbuat dari kayu berbentuk persegi dan mempunyai laci di bagian bawahnya. Kursi makan pun terbuat dari kayu yang menonjolkan model colonial. Bantal pun ditambahkan pada bagian atas kursi dengan sarung berwarna putih selaras dengan warna peralatan makan. Aksesoris lainnya adalah backdrop yang di susun dari kain-kain batik dari daerah Kallimantan yang membentuk tirai-tirai membuat kesan merakyat dan seklaigus melestarikan budaya daerah. Meja susut terbuat dari kayu dan berbentu k menyerupai kayu asli yang sengaja dipahat.

DAFTAR PUSTAKA

Majalah TREN Arsitektur Interior Properti Gaya Hidup
Majalah SMART LIVING

PENGERTIAN
Ruang makan merupakan salah ruang penting dari sebuah hunian. Ruang makan kini tidak hanya digunakan sebagai tempat untuk bersantap, melainkan juga sebagai tempat berkumpulnya keluarga. Inilah mengapa ruang makan diberi julukan ruang keluarga ke II. Seperti pepatah Jawa ‘mangan ora mangan seng penting kumpul’ yang artinya makan tidak makan yang penting kumpul.
Di ruang makna, komunikasi antara anggota keluarga dapat terjalin dengan lanca. Ada kelonggaran untuk mengobrol santai,menyampaikan berbagai hal. Untuk itu sebaiknya ruang makan dirancang sedemikian rupa layaknya sebuah ruang kelurga yang rileks. Namun tetap memiliki perbedaain dengan ruang keluarga. Ruang keluarga biasanya dirancang dengan menggunakan furniture yang serba nyaman. Misalnya, seperti sofa dan meja yang rendah. Sementara ruang makan lazimnya diisi furniture yang berkesan formal; berdesain tinggi. 
Dengan demikian, ruang makan tidak hanya harus mampu memfasilitasi penggunanya hanya sebagai ruang untuk kegiatan bersantap saja, tetapi juga memfasilitasi pengguna sebagai ruang untuk berkumpul keluarga. Belum lagi apabila penghuni rumah harus menjamu tamu atau sanak saudara, rumah makan merupakan bentuk kepribadian dan penghargaa pemilik rumah kepada tamu, oleh karena itu kehangatan dan kenyamanan harus terpancar dengan baik.
Seiring dengan perkembangan zaman, kini desain ruang makan lebih variatif lagi tidak terpaku dengan suasana formal yang dimana kita dipaksa untuk duduk rapi dan tertib dengan posisi badan yang selalu berorientasi pada meja makan. Namun kini gaya ruang makan yang dimana memiliki susunan kursi berjejer layaknya di bar atau tempat restoran cepat saji, lebih diterima dan dinikmati.
LOKASI RUANG MAKAN
Lokasi ruang makan dibedakan menjadi 3, yaitu:
•    Bergabung dengan Dapur - Ruang makan yang berada di dapur dikenal dengan sebutan breakfast nook. Area makan ini cenderung berukuran kecil dengan jumlah kursi hanya dua sampai tiga buah. Aktivitas makan yang terjadi umumnya lebih simpel, demikian juga penggunaan peralatan dan perlengkapannya.
•    Ruang Makan Dekat Ruang Keluarga - Ruang makan jenis ini merupakan penggabungan ruang keluarga dengan ruang makan. Biasanya tanpa pembatas dinding atau sekat yang bersifat masif. Keterbukaan sengaja dihadirkan agar ruang terasa lebih luas dan keakraban antar anggota keluarga tetap terjalin. Ruang makan tipe ini banyak diterapkan di rumah-rumah masa kini. Selain lebih hemat ruang, beragam kegiatan yang dilakukan anggota keluarga dapat terpusat pada satu ruang bersama.
•    Ruang Makan Terpisah - Ruang makan tipe ini merupakan area makan yang berada khusus di satu ruangan. Letaknya terpisah dengan ruang lain, sehingga kegiatan makan menjadi lebih formal. Keberadaan ruang terpisah sebagai ruang makan biasanya dilengkapi dengan dinning set terpusat. Letaknya di tengah ruang dengan kursi mengelilingi meja makan. Gaya ruang makan seperti ini cocok diterapkan pada rumah yang berukuran cukup luas.

ORIENTASI KEGIATAN MAKAN
•    Center
Kegiatan makan dengan orientasi memusat dicirikan dengan desai kursi makan yang mengelilingi meja makan. Dengan demikian suasana terasa lebih akrab dan hangat karena memungkinka terjadinya komunikasi dua arah dan kontak visual yang baik antara penggunanya. Penataan ini dapat digunakan untuk karakter ruang makan yang formal maupun kasual.
•    Linear
Posisi kursi makan yang berjejer layaknya di bar maupun tempat restaurant cepat saji yang dimana menghadap pada satu arah yang sama, sangatlah cocok digunakan pada ruang kecil yang dimana dapat menciptakan suasana yang kasual.

WARNA PADA RUANG MAKAN
Skema warna yang digunakan dalam mendesai ruang makan, sangatlah berpengaruh terhadat karakter dari ruang makan. Terlebih dahulu tentukan suasana apa yang akan dibangun dalam sebuah ruang makan. Biasanya suasana yang ingin dibangun adalah suasana hangat, akrab, dan kondusif. Tetapi suasana tersebut dapat dikombinasikan dengan gaya tatanan interior tertentu sehingga menghasilkan gaya baru yang lebih sesuai dengan kepribadian dari pemiliknya. Berikut berbagai kolerasi warna yang dapat digunakan dalam ruang makan:
•    Fresh dew
Ragam warna biru muda dipadu dengan hijau toska untuk soft furnishing dan aksesoris dikombinasikan dengan warna finishing kayu muda atau duco putih.
•    Tantalizing
Ruang makan yang dimana sengaja didesain untuk menggugah selera makan. Perapaduan warna yang digunakan adalah merah, merah bata dan aksen warna kuning untuk soft furnishing dan aksesoris.
•    Casual spirit
Ruang makan yang bernuansa cozy dan kasual dapat dibentuk dengan mengaplikasikan warna-warna soft furnishing yang saling kontras, misalnya warna merah dan hijau (dari 4 kursi, 2 berwarna hijau, 2 berwarna merah)

PENCAHAYAAN/ LIGHTING
Unsur pencahayann atau lighting sangat berpengaruh terhadap suasana yang akan dibentuk dalam ruang makan, oleh karena itu pencahayaan/ lighting hendaknya dipertimbangkan secara matang. Pengaplikasian pencahayaan/ lighting juga dapat menjadi sebuah pendorong selera makan bagi pengguna ruang makan tersebut.

ANALISIS KASUS
KASUS I


ANGGUN DAN MODERN DI RUANG MAKAN



•    Material
Desain ruang makan tersebut terdiri atas berbagai jenis material penyusun yang di mana dipadukan dengan pas sehingga memunculkan desain yang anggun. Material penyusun lantai pada ruangan ini menggunakan granit dengan dimensi 40 cm x 40 cm yang memiliki efek glossy yang mampu memantulkan cahaya, sehingga ruangan terkesan elegan.
Penyusun dinding dari ruang makan ini sendiri terdiri dari dinding bata yang diplester yang biasa digunakan rumah pada umunya. Sementara kusen pintu yang terdapat pada dinding terbuat dari kayu jati yang dilapisi melamik, sehingga kesan anggun dan mewah makin muncul.
Sementara itu material penyusun plafond ruangan makan ini menggunakan gypsum. Material ini dipilih agar ruangan nampak terkesan simpel namun tetap manis dan elegan. Selain itu gypsum sendiri memiliki sifat yang mudah di bentuk.

•    Warna
Seperti yang di jelaskan sebelumnya bahwa unsur warna merupakan aspek penting dalam memunculkan suasana yang akan dibentuk dalam sebuah ruang makan. Ruang makan ini sendiri tersusun dari campuran warna yang selaras, putih, krem dan emas. Seperti pada material penyusun lantai yang dimana menggunakan granit berwarna krem yang kita ketahui bahwa  granit itu sendiri memiliki permukaan yang glossy sehingga ruangan tampak mewah.
Pada elemen dinding sendiri hanya menggunakan dinding bata plesteran biasa yang dicat berwarna krem dengan diberi sedikit ornamen berupa kertas emas berbentuk segi empat yang ditempel seperti mozaik.
Sementara plafond sendiri terbuat dari gypsum berwarna putih, yang dimana sengaja dibentuk dengan permukaan menjorok untuk dipasang lampu gantung.
•    Gaya
Dilihat dari jenis bentuk furniture, kusen, lampu dan warna, ruangan ini memiliki gaya modern yang dimana mengedepankan gaya-gaya/ elemen- elemen yang memiliki ornament sangat simpel namun manis.
Pada penutup lantai hanya digunakan granit polos berwarna krem yang dimana memunculkan sisi simpel namun terlihat mewah.
Pada dinding digunakan dinding bata plester dengan sedikit bagian menjorok ke dalam yang kemudian dilapisi oleh kertas emas berbentuk persegi dengan dipadukan oleh bunga sedap malam sehingga menimbulkan kesan alamiah.
Sementara plafond sendiri disusun oleh material gypsum putih polos yang dipasang menjorok pada bagian lampu gantungnya, sementara di keempat sudut plafond dipasang downlight.

•    Pencahayaan
Faktor yang perlu diperhatikan dalam pencahayaan ruang makan adalah dapat menciptakan suasana yang membangkitkan selera makan. Cahaya lampu kekuningan merupakan pilihan tepat ntuk menghasilkan suasana tersebut.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya fungsi ruang makan selain sebagai tempat bersantap, ruang makan juga merupakann tempat berkumpulnya dan berinteraksinya anggota keluarga, maka di ruang makan juga perlu di buat suasana ‘hangat dan dekat’. Solusi lain dari masalah tersebut adalah menggunakan lampu gantung sebagai salah satu aspek penerangan.
Lighting ruang makan ini merupakan kombinasi yang harmonis antara general lighting, task lighting, decorative lighting dan lighting khusus. Penggunaain indirect lighting dengan warna cahaya kuninga member kesan romantir dan anggun, sebab cahaya lampu tidak langsung menyinari seluruh ruang makan, melainkan dipantukan ke plafond. Selain itu pada setiap plafond di sudut ruangan diberi downlight.
Pada dinding dihiasi oleh ornamen kertas emas berbentuk segi empat yang dimana di baliknya dipasang lampu khusus yang disebut continous light jenis lampu selang yang bertujuan untuk mendapatkan cahaya yang kontinyu di sekeliling ornamen tersebut.



KASUS II


RUANG MAKAN MUNGIL YANG HANGAT


•    Material
Desain ruang makan tersebut terdiri atas berbagai jenis material penyusun yang terbuat dari kayu, sehingga menimbulkan kesan ‘hangat’ pada ruangan.
Material penyusun lantai pada ruang ini terbuat dari susunan parket yang memiliki permukaan glossy yang dapat memendarkan cahaya.
Pada dinding sendiri dibuat dengan material penyusun berupa megatik yang dimana member kesan hangat dan natural di dalam ruangan. Dengan kusen pintu yang terbuat dari kayu kamper yang diberi glossy. Kemudian pada dinding juga dipasang lukisan sehingga dinding tampak lebih bervariasi.
Sedangkan material plafond sendiri menggunakan bahan gypsum. Plafond tersebut merupakan satu-satunya tempat peletakan lampu pada ruangan tersebut.

•    Warna
Karena material yang banyak digunakan dalam penyusunan ruang ini adalah kayu, maka warna penyusun dari ruang ini lebih didominasi oleh warna coklat kayu. Dari mulai penutup lantai yang terbuat dari parket sampai dengan dinding yang terbuat dari megatik. Warna- warna ini selain memberi kesan hangat juga member kesan natural pada ruangan.

•    Gaya
Dilihat dari kursi yang digunakan mencirikan bahwa ruang makan ini memiliki gaya retro. Pemilihan lantai parket glossy berwarna coklat tua dan dinding megatik semakin memperkuat kesan retro yang ada, begitu pula dengan tirai yang digunakan. Walaupun dua lampu gantung yang digunakan bergaya minimalis, namun kesan minimalis tersebut tidaklah mengganggu konsep gaya retro yang ada.

•    Pencahayaan
Pencahayaan alami ruang makan ini bersumber dari jendela yang berada di sebrang pintu masuk ruangan. Sedangkan pencahayaan buatan ruangan ini bersumber dari dua jenis lampu yang ada yaitu lampu gantung dan lampu halogen. Penerangan utama pada ruangan ini sendiri bersumber pada cahaya yang dihasilkan oleh dua pasang lampu halogen yang diletakan di langit-langit dekat jendela dan dekat pintu masuk.

Penerangan khusus, dari plafond atas meja makan menjulur dua buah lampu gantung dengan kap berwarna putih, yang dimana cahaya dari lampu tersebut tepat jatuh di atas meja makan. Efek cahaya tersebut menjadikan suasana diseputar meja makan menjadi lebih intim. Sementara dua buah lampu spot ditembakan ke arah lukisan yang ada di dinding, sehingga membuat lukisan tersebut terlihat lebih hidup.

KASUS III

MINI BAR DI RUMAH




•    Material
Desain ruang makan tersebut terdiri atas berbagai jenis material penyusun unik yang dimana dipadukan dengan pas sehingga memunculkan desain yang alami.
Penggunaan penutup lantai terbuat dari campuran batu andesit dan tegel yang memiliki tekstur asli.
Jenis  penyusun dinding adalah dinding bata plester yang setengah dari tinggi ruangannya di tempeli dengan batu temple persegi. Kemudian kusen pintu terbuat dari alumunium dengan daun pintu yang terbuat dari kayu dengan sedikit ornament aluminium dan kaca.
Sedangkan pada bagian atap menggunakan bahan gypsum dan sedikit papan kayu yang telah di plistur.

•    Warna
Perpaduan warna yang digunakan dalam desain ruang ini adalah perpaduan warna natural, yaitu coklat, krem, putih, dan hitam. Penutup lantai yang tersusun atas batu andesit dan tegel berwarna natural hitam ke abu-abuan menjadikan seolah-olah kita tidak berada didalam sebuah rumah. Dinding terbuat dari material bata plester yang setengah bagian dari tinggi ruangan dihiasi dengan ornamen batu tempel berwarna krem.

•    Gaya

Dilihat dari material penyusun lantai, dinding dan plafond, ruangan ini memiliki konsep gaya natural yang dimana kembali pada alam. Lantai yang terbuat dari batu alam, dinding yang diberi ornamrn batu tempel kemudian hiasan- hiasan berupa kendi dan poci yang terbuat dari tanah liat, semakin menegaskan gaya yang ada di dalamnya. Walaupun kursi bar yang digunakan bergaya minimalis, namun kesan minimalis tersebut tertutup oleh kesan natural yang ada.

•    Pencahayaan
Sumber pecahaya buatan utama dalam ruangan ini adalah lima buah downlight yang dipasang pada plafond. Selain berfungsi sebagai sumber pencahayaan utama, downlight ini juga berfungsi sebagai pemberi orientasi kea rah dalam bagi lorong yang merupakan akses masuk ke ruang berikutnya (penunjuk jalan). Selain penerangan melalui downlight, terdapat sebuah tablelamp di atas meja yang sengaja dibuat terselubung agar pendaran cahayanya menghasilkan suasana romantis.

KASUS IV

KUNING-ORANGE MENAMBAH SELERA


•    Material
Desain ruang makan tersebut tersusun atas berbagai macam material yang beragam. Material penyusun lantai pada ruang ini terbuat dari keramik berdimensi 60 cm x 60 cm yang memiliki permukaan glossy yang dimana dapat memendarkan cahaya. Penyusun material dinding pada ruangan ini disusun oleh bata plester. Pada dinding dipasang lukisan yang tujuannya untuk mengurangi kesan monoton pada dinding. Sedangkan plafond ruangan ini menggunakan material dari gypsum. Gypsum dipilih karena gypsum mudah untuk dibentuk.

•    Warna
Tantalizing merupkan perpaduan warna untuk ruang makan yang gunanya untuk menggugah selera makan. Perapaduan warna yang digunakan adalah merah, merah bata dan aksen warna kuning.
Begitu juga dengan konsep warna dari ruang makan ini, yaitu menggugah selera makan penggunanya. Dapat di lihat dari aspek material maupun perabotan yang ada di dalamnya. Material penyusun lantai yang digunakan adalah keramik berdimensi 60 cm x 60 cm yang berwarna putih dengan saksen coklat keorangenan. Kemudian pada material penyusun dinding yaitu dinding bata plester dengan cat berwarna kuning yang sangat muda. Yang dimana dipajang lukisan dengan warna dominan merah. Sementara itu plafond menggunakan bahan gypsum yang dimana disana tergantung lampu gantung berwarna kuning.
Kursi makan yang digunakan pun memiliki warna yang selaras dengan material lantai, dinding dan plafond. Yang dimana kursi yang digunakan memiliki dudukan berwarna oranye dengan bingkai kayu tanpa lengan.

•    Gaya
Gaya yang digunakan dalam desain ruang makan ini adalah gaya minimalis. Dapat dilihat dari bahan material penyusun dan furnitur yang digunakan cukup sederhana namun tetap modern.

•    Pencahayaan
Pencahayaan yang digunakan dalam ruang ini adalah berasal dari lampu gantung yang digantungkan pada plafond. Cahaya dari lampu gantung ini, akan tepat menyorot meja makan. Alasan digunakannya lampu gantung adalah agar suasana menjadi lebih dekat. Selain itu, warna lampu gantung sengaja dipilih berwana kuning agar menggugah selera makan penggunanya.

KASUS V

MENAWAN DENGAN NUANSA PUTIH

•    Material
Material penutp lantai dari ruang makan ini adalah keramik berukuran 30 cm x 30 cm. Pemasangan keramik dipasang dengan nat yang rapat seolah keramik tidak memiliki nat.


Pada dinding material penyusunnya menggunakan dinding bata plester simpel. Yang kemudian dipajang lukisan abstrak agar terkesan tidak terlalu polos. Selain itu di bagian lain dinding dipasang cermin yang gunanya memberi efek yang luas pada ruangan. Sementara material plafond ruangan terbuat dari gypsum. Yang dimana tergantung lampu gantung sebagai penerangan untuk ruang tersebut.
•    Warna
Sesuai dengan judul yang ada ‘Menawan dengan Nuansa Putih’, ruangan ini didominasi oleh warna putih dan krem. Material lantai yang digunakan adalah kramik berwarna krem dengan dimensi sebesar 60 cm x 60 cm. Kemudian Material dinding plester dengan cat berwarna putih yang dipasangi lukisan abstrak berwarna orange. Hanya nuansa warna saja yang dimainkan.
•    Gaya
Gaya yang digunakan dalam ruangan ini adalah gaya minimalis yang dimana setiap material dan furnitur yang digunakan diracang sesederhana mungkin tanpa menggunakan banyak ornament. Dilihat dari material penyusun lantai, dinding dan plafon, semuanya menggunakan material penyusun sederhana. Begitu juga dengan kursi yang berdesain unik namun simple dan meja yang berdesain simple dengan alas kaca es. Lampu gantung yang digunakan pun tampak simpel namun modern.

•    Pencahayaan
Pencahayaan yang digunakan pada ruangan ini adalah berasal dari lampu gantung yang terletak tepat di atas meja makan. Lampu ini memiliki tiga coroong bola lampu.


DAFTAR PUSTAKA

Tim idea. 2006. Menata Ruang Simple Praktis dan Aplikatif. Jakarta: Majalah Idea.
Tim serial rumah. 2008. Lighting Percantik Interior dan Eksterior . Jakarta: Gramedia.
Tim serialrumah. 2007. Ruang Makan. Jakarta: Gramedia.
www.ideaonline.com

Desain Interior
Studi Analisis Ruang Makan
oleh :
Siti Kurniasih (0808183)

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK  ARSITEKTUR S1
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI  DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2010

Ruang makan
Pengertian
    Ruang makan merupakan salah satu tempat sentral. Selain sebagai tempat makan keluarga, seringkali digunakan sebagai tempat berbincang. Salah satu masalah terbesar dengan ruang makan adalah bahwa mereka sering diabaikan hanya karena mereka adalah seperti perjalanan dari dapur. Sama seperti rencana kamar membebaskan pikiran. Ruang makan yang baik adalah ruang makan yang memfasilitasi kegiatan utamanya, yaitu makan dengan baik dan dapat menunjang kegiatan tambahan serta memiliki karakter yang sesuai dengan penghuninya.
Hal yang perlu dipertimbangkan:
•   
•    Apakah meja makan yang benar ukuran dan bentuknya?  - Jika ada tiga di rumah Anda, tetapi Anda ruang makan terlihat kecil bila dibandingkan dengan meja yang lebih besar yang hanya digunakan untuk Natal tamu, coba ubah untuk menciptakan lebih banyak ruang.  Sebuah meja besar atas dapat dibuat dengan mudah dari MDF atau kayu lapis.  Hal ini dapat ditutupi dengan taplak meja dan digunakan untuk menghibur kemudian disimpan di garasi.
•     Apakah Anda memiliki penyimpanan yang memadai?  - Alasan lain bahwa ruang makan di bawah-yang digunakan adalah bahwa barang pecah belah dan peralatan makan yang disimpan di dapur, jadi mendirikan bar sarapan lebih nyaman untuk cepat makan.  Pertimbangkan memecah koleksi Anda dan menyimpan beberapa barang pecah-belah dan peralatan makan dalam sebuah bufet, atau menempatkan mereka dalam keranjang modern di ruang makan.
•     Kamu berpikir secara tradisional?  - Jika Anda memiliki potongan ruang makan anda karena terlalu kecil, pikirkan lagi.  Dua lemari samping tempat tidur kecil atau unit pameran sudut dapat menyediakan penyimpanan yang sama sebagai bufet atau meja rias tradisional.  Lipat pergi kursi dan meja-meja daun penurunan sekarang tersedia murah dan ruang-efisien, atau Anda dapat merubah kedua tangan ditemukan.
Fungsi
Ruang makan sering ganda sebagai kantor atau ruang bermain.  Memutuskan apakah ini merupakan penggunaan yang tepat ruang, karena mungkin ada lokasi yang lebih baik untuk bermain ruang dan kantor di rumah.  Tapi jika Anda ingin mengalokasikan ruang untuk mereka di ruang makan, membuat mereka hati-hati dan sekali pakai:
•    Diam-diam - jika stasiun kerja komputer dan kantor arsip harus disimpan di ruang makan, pertimbangkan untuk berinvestasi di flip penyimpanan yang menutup diri agar terlihat seperti standar laci lemari atau unit.  Jika Anda tidak dapat mengubah komputer itu sendiri, menganggap pemutaran itu dengan gaya konsertina curtaining layar atau parsial.
•     Sekali pakai - adalah semua file mutlak diperlukan?  Bukti anekdotal penyimpanan kantor klaim 40 persen dari surat-surat yang disimpan dalam file sudah usang!  Demikian pula, koleksi mainan dapat dikupas ke bawah atau dikemas dalam rotasi.  Mereka digunakan dapat disimpan dalam sebuah bangku atau keranjang - beberapa unit penyimpanan cucian bisa tampil gaya di ruang makan.
Elemen Ruang Makan
1.    Kesesuaian ukuran
•    Kursi dan meja harus sesuai dengan ukuran proporsi tubuh kita
2.    Pemilihan Bahan
3.    Faktor Keamanan
4.    Kesesuaian furnitur
5.    Kesesuaian Bentuk ruang

sirkulasi
Ruang makan sering dalam jalur sirkulasi dalam rumah.  Jika hal ini terjadi di rumah Anda, coba menyimpan tabel anda ke dinding bila tidak digunakan untuk membuat akses lebih mudah.
Furniture penempatan
Ketika menempatkan furnitur memastikan bahwa penyimpanan pintu dapat terbuka penuh.  Hal ini untuk menghindari kebutuhan untuk memindahkan meja makan berat setiap kali cangkir diperlukan dari lemari.
Pencahayaan
    Ada dua macam pencahayaan yaitu Pencahayaan alami dan pencahayaan buatan. Pencahayaan alami bersumber tak terbatas dari matahari dan pencahayaan buatan secara umum ada 3 jenis yaitu General  Light, Task Light, dan Indirect Light. Pencahayaan dapat memiliki efek dramatis di ruang makan - bersih dan segar untuk makan siang hari keluarga, halus dan romantis untuk makan malam.

Beberapa Studi Kasus mengenai Ruang Makan
1.    Cream Classic Dining Room
 Kamar:          Dining Room


Warna:
      Krim;


Style:
      Modern;


Anggaran:
      Medium


Program:
      Housecall


Designer:
      Michael Jewitt;


Fitur:
      Layar warna

Bersih, krim, makan adalah melihat bahwa banyak orang cinta.  Buat ruang makan krim tanpa itu tampak jelas.  Lantai kayu gelap meningkatkan krim hangat dan dinding panel menciptakan tampilan yang sangat klasik di ruangan. Krim adalah nomor satu warna cat Dulux dan Benetton, dan nomor dua Crown warna setelah Peach.  Ini adalah soal bersih, tenang, klasik dan warna garis.
Skema warna
Cat dinding dalam nuansa klasik krim untuk menjaga ruangan bersih dan hangat.  Fit lantai gelap laminasi kayu untuk meningkatkan krim di dinding dan menjaga ruangan praktis untuk makan.





Patchwork tirai
       
       
Tambahkan tekstur ke kamar dengan membuat patchwork tirai dari berbagai macam kain krim.



Panel
   
   
Tambahkan bunga ke dinding dengan panel kayu.  Panel memudahkan keluar dari MDF untuk menciptakan mencari klasik sangat sedikit uang.  Cat warna krem yang kontras dengan daerah dinding utama
Fronted lemari kaca
Posisi yang sederhana fronted lemari kaca di sudut ruangan.  Warna kayu krim.  Untuk menyelesaikan canggih, mengubah pintu kaca dengan menambahkan menempel pada lembaran plastik tembus cahaya ke sisi belakang kaca.

   
   
Kursi kayu
Untuk menahan dan selaras terlihat menggunakan bentuk-bentuk lembut furnitur dan kayu lapis dibentuk bentuk.  Untuk informasi lebih definisi dan kejutan, memberi mereka suatu tepi dengan memperkenalkan beberapa sentuhan lembut hitam.



layar Terang
 Buat layar penuh warna.  Ambil foto pilihan Anda desain seperti bunga.  Scan itu ke komputer, memperbesar dan mencetak ke kertas A3.  Gunung ke melengkung kayu lapis besar layar.
Meja
   
   
 Membuat tabel sederhana dari MDF. Meninggalkan margin sekitar 3 inci di sekitar tepi, aman krim kulit imitasi ke meja.  Ini adalah kedua canggih dan mudah dibersihkan.  Letakkan meja dengan tembikar sederhana berwarna krem.

2.    Modern dan Hangat

Data material
•    Meja : - Permukaan (Tabletop) : Kaca Tempered
-    Kaki : Kayu
•    Kursi : Sandaran, dudukan dan Kaki : Kayu
•    Pintu : Kayu dan sebagian besar Kaca
•    Desain Lighting : Ir. Arwin Amir
•    Lokasi : Kediaman keluarga Vita Afriyanti,
Perumahan Bali view-Pondok cabe.

Pencahayaan
    Suasana ruang yang terkesan hangat, akrab, dan warna ruang yang mengundang selera makan terbentuk oleh kombinasi yang harmonis antara general lighting lampu yang terdapat di plafon, task lighting lampu gantung di atas meja makan, special lighting lampu yang tersembunyi di balik plafoo. Di tambah lagi dengan cahaya alami yang berasal dari 3 pintu ganda kaca, maka ruang makan ini akan terasa hangat dan terang dim lam dan siang hari.Warna-warna kuning emas secara psikologis dapat mengugah selera makan menjadi lebih tinggi.
Focal point Dinding
Salah satu Bidang dinding berbentuk bujur sangkar Dilapisi Kertas emas ukuran segi empat berfungsi sebagai aksentuasi. Pada bagian pinggir bidang bujur sangkar dipasang lampu dekoratif untuk memperttegas kehadiran focal point dan kesan mewah di malam hari.

Skema Warna
Warna-warna yang digunakan adalah kuning emas, coklat dan Krem , warna-warna ini secara psikologis dapat menggugah selera makan menjadi lebih tinggi, dan menambah kesan hangat dan akrab. Dinding berwarna krem dan coklat, lantai dan plafon berwarna krem.
3.    Clean, Ringan dan Luas
Ruang makan berkonsep modern, clean, ringan, dan luas. Dirancang sesuai penghuninya yang mengutamakan aspek fungsional.
Data Material
•    Meja : - Permukaan (Tabletop) : Kaca tempered
-    Kaki : Kayu
•    Kursi
Rangka : Kayu
Sandaran : Plastik
Dudukan : Plastik
Kaki : stainless Steel
•    Dinding : Kaca dan pasangan bata
•    Plafon :
•    Lokasi : Kediaman Keluarga Melly, kemang Pratama Sektor V, Bekasi.
Pencahayaan
    Pencahayaannya didapatkan dari dinding kaca yang membatasi ruang makan dengan area taman belakang rumah memungkinkan orang yang sedang makan bisa menikmati view ke area taman.
Skema Warna
Kesan bersih terbentuk oleh ruangan yang terlihat bersih, dan diperkuat oleh warna putih yang dominan. Seluruh dinding dan lantai keramik berwarna putih. Warna puti yang dominan juga membuat suasana di rung makan terasa sejuk. Selain itu memberikan kesan luas dari warna terang.
4.    Black Dining Room
       
Warna        : Hitam
Mode        : Modern Minimalis
Disainer    : Gordon Whistance
Keistimewaan     : terdapat pada hiasan gordennya
Membuat suasana ruang makan gelap. Dengan latar belakan yang hitam kemudian ditambahkan perpaduan warna ungu muda, krem dan pink membawa cahaya pada ruangan makan ini.
Warna dinding
Berikan warna putih pada dinding, lalu tambahan teakanan warna hitam pada ruangan kecil di dalam, terkeculi perapian dan frame jendela. Berikan cat seperti strip berwarna ungu sampai sekeliling ruangan diatas keinggian lukisan, berikan garis luar nya warna putih.



Lantai
Lantainya menggunakan papan kayu yang dicat berwarna hitam.
Tirai jendela
Tirai penutup jendela ini menggunakan warna hitam yang diselingi warna putih.

5.    Anggun dan Bertema
Ruang makan ini terletak di tengah-tengah rumah, menyatu dan diapit oleh ruang keluarga dan tangga. Posisinya yang berada dibawah void dan menyatu dengan ruang lain, menjadikan ruang makan terkesab terbuka dan lega.


Data Material
•    Meja : - Permukaan (tabletop) : kaca  tempered
-    Kaki     : Kayu
•    Kursi :
Rangka     : kayu
Sandaran     : Kayu + Busa + Upholstery
Dudukan     : Kayu + Busa + Upholstery
•    Lantai         : Marmer
•    Plafon        : Gypsum
Pencahayaan
    Pencahayaan alami didapat dari jendela yang berada di ruang keluarga, Pintu ganda kaca yang menghadap ke area taman. Lalu untuk pencahayaan buatan ada pada lampu-lampu yang dipasang di plafon yaitu lampu downlight dan lampu gantung. 
Skema Warna
Warna dominan yang digunakan adalah warna coklat, dimulai dengan lantai yang berwarna krem, bercorak kecoklat-coklatan, kemudian pintu, frame jendela , perabot berwarna cokalt, untuk dinding dan plafon berwarna putih sebagai penetral agar tidak terlalu gelap.

6.    Luas dan Ringan


Nuansa Luas dibentuk oleh letak ruang mkan yang berada di tengah-tengah rumah dan terbuka kea rah foyer, ruang duduk, serta dapur yang mengapitnya. Kesan luas semakin kuat karena dinding-dinding penyekatnya yang transparan. Pintu kaca ke arah taman dan dinding kaca transparan ke arah dapur, membuat kesan ruang terasa lega.
Enam buah kursi berbahan polycarbonate dan meja persegi panjang  yang permukaannya menggunakan bahan kaca, mengisi ruang makan. Desain kursi makan yang transparan ini menjadikan perabot makan terkesan ringan. Meski terbuat dari bahan polycarbonate, kursi rancangan Philippe Starck ini tetap aman dan kuat diduduki.
Dua buah patung yang diletakkan di kiri dan kanan meja makan sebagai aksentuasi di ruang ini. Posisinya simetris dengan meja.
Tiga buah lampu gantung stainless steel yang digantung tepat di atas meja memberi sentuhan modern di ruang makan.

Data material
•    Meja
- permukaan (teabletop): kaca tempered
- kaki    : kayu
•    Kursi
-    Rangka    : polycarbonate
-    Sandaran    : polycarbonate
-    Dudukan    : polycarbonate

Pencahayaan
Pencahayaan alami berasal dari 2 pintu kaca ganda yang berhubungan ke taman dan foyer. Sedangkan pencahayaan buatan dari Tiga buah lampu gantung stainless steel yang digantung tepat di atas meja memberi sentuhan modern di ruang makan.


Skema Warna
Warna dominan yang digunakan adalah coklat dan krem,yaitu pada dinding yang dicat berwarna krem kekuning-kuningan, furniture seperti meja, lemari dan frame jendela dan pintu berwarna coklat, sedangkan untuk 6 buah kursi bernuansa modern terbuat dari polycarbonate. Warnanya yang transparan menyiratkan kursi terlihat ringan.ssssss

7. Kayu Membuat Ruang Makan Hangat Alami

Makan bersama keluarga harus terasa akrab dan menyenangkan. Tapi, terkadang kesan formal dan kaku tak bisa dihindarkan. Cairkan suasana dengan hangatnya kayu.
Data Material
•    Meja : Kayu
•    Kursi : kayu
•    Lemari : Kayu
•    Plafon : Kayu parkit
•    Dinding : Kayu , Wallpaper
•    Lantai : Keramik dan granit
Sudah bukan rahasia lagi bahwa kayu dapat memunculkan kehangatan, baik secara visual maupun termal. Sebab, kayu mampu menyimpan panas lebih lama dari material lainnya. Agar tampil beda, perlakukan kayu tak seperti biasanya. Jika umumnya Anda menggunakan parket untuk lantai, cobalah berpikir berbeda dengan menempatkannya di elemen interior yang lain.
Aplikasi kayu pada dinding dapat membuat ruang lebih hangat. Misalnya yang terlihat pada ruang makan di foto. Sekilas terlihat biasa saja, seperti ruangan bergaya natural pada umumnya. Tapi, coba perhatikan cerukan pada dinding yang berbingkai itu. Parket ditempatkan pada dinding, seperti yang biasa dilakukan pada lantai. Tak biasa, tapi unik. Garis-garis yang terbentuk dari perpotongan antarkayu membuat efek memperlebar dan sangat menarik perhatian. Cocok sekali dimanfaatkan sebagai fokus pada ruangan.
Bila Anda mengkhawatirkan biaya dan proses pemasangan yang rumit, gunakan saja vynil bermotif parket. Anda hanya perlu menempelkannya pada dinding seperti memasang wallpaper. Kesan yang diinginkan muncul, pengeluaran pun bisa ditekan. Kalau mau lebih maksimal, gunakan juga palang kayu pada plafon. Lengkapi juga dengan meja dan kursi makan serba kayu dalam desain yang natural. Tak perlu banyak coating agar tampilannya lebih hangat dan merakyat.
Skema Warna
    Warna yang dihasilkan dari material-material alami kayu ini, menghasilkan warna yang natural , coklat kekuningan, coklat tua ditambahkan warna alami batu granit pada lantai.

8.    Garis Lurus dan Lengkung Menjadikan Ruang Lebih Dinamis

Tahukah Anda kalau garis-garis lurus itu dapat dipergunakan untuk mendekorasi ruangan. Begini nih caranya!
Tentu kita semua tahu yang namanya garis lurus. Dunia tata desain ruangan pun mengenal hal itu. Pada dunia tata ruangan, garis lurus diterapkan berdasar sumbu vertikal dan horisontal. Garis vertikal memberi kesan lebh tinggi, sementara garis horizontal memberi efek memperluas. Namun, fungsi garis tak hanya sebatas itu.
Pada dekorasi ruang, garis lurus itu dapat dipadu dalam deretan garis. Bisa pada permukaan bidang atau dibuat mandiri. Garis pada permukaan bidang ini antara lain bisa pada tembok ruangan. Aplikasinya bisa dibuat dengan menggurat-gurat dinding sehingga timbul efek garis lurus yang sejajar.
Selain pada dinding, deretan garis juga bisa diaplikasikan secara mandiri. Misalnya dengan membuat kisi-kisi kayu yang tersusun dari balok kayu yang lurus dan simetris. Balok-balok kayu ini bisa disusun vertikal atau horizontal sesuai dengan keinginan.
Dalam mendekorasi ruangan, kita tak selamanya harus menggunakan garis lurus. Kesan dekoratif akan muncul dengan memainkan atau mengkombinasikan garis. Misalnya dengan membuat lengkungan pada garis dengan pola yang berulang atau repetitif sehingga memunculkan efek tiga dimensi yang disebabkan oleh ilusi mata. Hal ini dikenal sebagai nirmana. Anda dapat membuat pola tertentu dari lekukan garis tersebut. Tak perlu bereksperimen dengan warna, cukup membuat sedikit lengkungan yang berulang. Garis-garis tersebut pun menjadi lebih dinamis.
Partisi pada ruang makan ini dapat dijadikan contoh yang baik dalam penggunaan nirmana 3 dimensi pada ruangan. Beberapa 'garis' lurus diletakkan berjajar dengan sedikit lekukan yang berpola. Lekukan-lekukan berirama pada partisi tersebut membuat ruangan terlihat lebih hidup dan unik. Meski memiliki fungsi utama sebagai partisi, tampilannya justru terlihat bagaikan sebuah karya seni. Ruang makan pun terasa lebih mewah.

DAFTAR PUSTAKA
Dwimirnani, Putri. (2008). Kayu Membuat Ruang Makan Hangat Alami. [Online]. Tersedia: http:// http://www.ideaonline.co.id/layout/set/print/iDEA/Ruang-makan/Artikel/ Kayu – Membuat - Ruang – Makan – Hangat - Alami.htm
Dwimirnani, Putri. (2008). Garis Lurus dan Lengkung Menjadikan Ruang Lebih Dinamis. [Online]. Tersedia:http://http://www.ideaonline.co.id/layout/set/print/iDEA/Ruang-makan/Artikel/ Garis- Lurus – dan – Lengkung – Menjadikan – Ruang – Lebih - Dinamis.htm
Jewitt, Michael. (2009). Cream Classic Dining Room.[Online]. Tersedia:http://http://www.BBC.co.id/layout/set/print/Ruang/Ruang-makan/Artikel/ Cream- Classic – Dining – Room.htm
Whistance, Gordon. (2009). Black Dining Room.[Online]. Tersedia:http://http://www.BBC.co.id/layout/set/print/Ruang/Ruang-makan/Artikel/ Black-  Dining – Room.htm
Siahaan, Hotman. (2007). Ruang makan, Penempatan dan tata Letak, Ragam Furnitur, 15 Inspirasi Desain.  Jakarta: Gramedia.
Neufert, Ernest. (1978). Data Arsitek (Edisi 33). Jakarta : Penerbit Erlangga.

DESAIN INTERIOR
RUANG MAKAN

IBNU CANDRA T.
0808573

PENDIDIKAN TEKNIK  ARSITEKTUR S1
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI  DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2010
RUANG MAKAN

Ruang makan adalah bagian dalam rumah yang berfungsi sebagai tempat untuk menyantap makanan. Ruang makan secara umum termasuk ke dalam jenis ruang semi-publik, yaitu ruang yang penggunanya bukan hanya berasal dari penghuni rumah namun orang lain juga dapat memasukinya, misalnya tamu. Dalam perkembangannya, ruang ini tidak hanya untuk urusan ”makan” saja, tetapi juga dapat menjadi space yang tepat untuk berkumpulnya anggota keluarga.

Ruang makan dapat menjadi tempat berkumpulnya anggota keluarga.
Sumber. iDEA Online/ Tri Rizeki Darusman
Furniture yang biasa terdapat di ruang makan antara lain meja makan dan kursinya. Meja makan dan kursi makan tersebut dapat menjadi penanda area ruang makan. Jika melihat denah furniture dan terdapat meja makan dan kursi, maka dapat langsung diketahui bahwa area tersebut adalah ruang makan.
Warna yang digunakan dalam ruang makan adalah warna yang dapat membangkitkan selera makan. Misalnya warna merah, orange, dan warna kuning. Berdasarkan psikologi warna, kuning merupakan warna yang identik dengan optimisme, pencerahan, dan kebahagiaan. Sementara, oranye memiliki efek hangat dan berenergi, serta memacu nafsu makan. Kedua warna ini sangat cocok diaplikasikan di ruang makan, di mana aktivitas pagi hari diawali.
Lokasi Ruang Makan
Ruang makan dapat dibedakan jenisnya berdasarkan posisi ruang pada bagian rumah. Pengelompokan ini terbentuk dari perkembangan gaya hidup yang mengarah ke lebih simpel, praktis, dan modern. Lokasi ruang makan dibedakan atas tiga kemungkinan, yaitu:
•    Bergabung dengan Dapur - Ruang makan yang berada di dapur dikenal dengan sebutan breakfast nook. Area makan ini cenderung berukuran kecil dengan jumlah kursi hanya dua sampai tiga buah. Aktivitas makan yang terjadi umumnya lebih simpel, demikian juga penggunaan peralatan dan perlengkapannya.

Ruang makan yang bersatu dengan pantry.
Sumber. iDEA Online/ Yogie Candra Bhumi

Ruang makan berkonsep ’bar’.
Sumber. Kompas Online
•    Ruang Makan Dekat Ruang Keluarga - Ruang makan jenis ini merupakan penggabungan ruang keluarga dengan ruang makan. Biasanya tanpa pembatas dinding atau sekat yang bersifat masif. Keterbukaan sengaja dihadirkan agar ruang terasa lebih luas dan keakraban antar anggota keluarga tetap terjalin. Ruang makan tipe ini banyak diterapkan di rumah-rumah masa kini. Selain lebih hemat ruang, beragam kegiatan yang dilakukan anggota keluarga dapat terpusat pada satu ruang bersama.

Ruang makan yang dekat dengan ruang keluarga.
Sumber. iDEA Online/ Tri Rizeki Darusman

•    Ruang Makan Terpisah - Ruang makan tipe ini merupakan area makan yang berada khusus di satu ruangan. Letaknya terpisah dengan ruang lain, sehingga kegiatan makan menjadi lebih formal. Keberadaan ruang terpisah sebagai ruang makan biasanya dilengkapi dengan dinning set terpusat. Letaknya di tengah ruang dengan kursi mengelilingi meja makan. Gaya ruang makan seperti ini cocok diterapkan pada rumah yang berukuran cukup luas.

Ruang makan di belakang rumah
Sumber. dok. iDEA
Empat Ruang Makan View Halaman
Coba satukan keindahan taman dan halaman, dengan ruang dalam rumah. Ruang makan bisa menjadi pilihan. Menyantap hidangan lezat pun makin lengkap ditemani pemandangan indah.
Cara paling memungkinkan untuk menyatukan ruang dalam dengan ruang luar adalah memberi bukaan cukup pada dinding ruang. Bukaan tersebut bisa berupa pintu, atau jendela berukuran besar. Gunakan pula material yang mendukung "keterbukaan". Yang paling pas, tentu saja, material transparan, seperti kaca.
Kaca memiliki keunggulan yang dapat dimanfaatkan. Keunggulan tersebut adalah fungsinya, yang "meniadakan" batas antara ruang luar dengan ruang dalam. Inspirasi penataan ruang makan kali ini adalah contoh dari upaya menyatukan ruang luar dan dalam. Ruang makan tak lagi hanya berfungsi untuk menikmati masakan lezat. Tetapi sekaligus tempat menikmati pemandangan indah taman rumah.

Menyatu dengan taman kolam.
Ruang makan bersisian dengan taman kolam di bagian belakang rumah. Pembatasnya adalah pintu kaca lipat. Selain sebagai pembatas, juga sebagai penghubung ruang makan dan taman. Jika pintu lipat dibuka, kesejukan taman kolam pun dengan leluasa masuk ke ruangan.
Lokasi: Rumah Widya Wardhana, Bintaro, Tangerang.

View teras dan halaman.
Ruang makan berukuran 3mx3m. Terletak di antara dapur dan ruang keluarga. Di salah satu sisi ruangan berbatasan langsung dengan teras belakang. View teras dapat terlihat dari ruang makan, melalui beberapa jendela dan pintu pembatas. Buka pintu dan jendela ketika bersantap, "hidangan" pemandangan indah pun turut tersedia.
Lokasi: Rumah Cailendra Gautama, BSD, Tangerang.

Jendela teralis tanpa kaca.

Tanpa kaca sudah pasti transparan tanpa batas apapun. Konsep inilah yang diaplikasikan pada jendela ruang makan. Jendela besar, berukuran 2mx1,5m ini, tanpa kaca. Hanya menggunakan teralis dan kawat nyamuk, untuk menghindari masuknya serangga. Udara dari luar pun leluasa masuk.
Lokasi: Rumah A. Tunji Mustafa, BSD, Tangerang.

Menikmati keindahan kota.
Pemandangan indah tidak selalu beraal dari halaman atau taman. Pemandangan kota (city view) pun tak kalah menarik. Memiliki ruang makan di ketinggian gedung, dapat memberikan city view yang menawan. Letakkan pintu geser kaca di ruang makan, yang langsung terhubung ke balkon. Apalagi jika malam tiba, kerlap-kerlip lampu kota, bisa membuat acara makan Anda lebih menyenangkan.
Lokasi: Apartemen milik Rizal Malarangeng, Taman Rasuna, Jakarta.

Beberapa contoh ruang makan :
Ruang Makan Bergaya Kolonial

Sekian lama dijajah oleh Belanda, terdapat jejak-jejak peninggalan zaman kolonial yang tak pernah hilang, dan sampai sekarang masih dapat terlihat di sudut-sudut kota di Indonesia. Salah satunya pada aspek desain interior dan arsitektur. Gaya kolonial, demikian kita sering menyebutnya. Tampilannya tak kalah menarik dengan gaya-gaya lainnya.

Ruang makan bergaya kolonial di restoran Noni Indische, Jakarta.
Sumber. iDEA Online/ Rasantika M. Seta

Ruang makan di foto di atas adalah salah satu contoh ruang makan dengan gaya kolonial. Terletak di sudut sebuah restoran, yang memang mengusung gaya yang sama, Noni Indische namanya. Menurut Manager Operasional Noni Indische, Lia Angelina, sejak sebelum menjadi restoran, bangunan ini memang sudah bergaya kolonial. Pemilik restoran ini memang sengaja mempertahankan desain arsitekturnya.
Beberapa ciri khas dari gaya kolonial, antara lain :
•    warna dinding yang didominasi putih, dan
•    penggunaan lantai marmer.

Warna putih pada dinding dan marmer sebagai penutup lantai.
Sumber. iDEA Online/ Rasantika M. Seta

Gaya kolonial kental dengan pengaruh Eropa, tak heran kalau seringkali terlihat mirip dengan gaya klasik. Seperti lampu di ruang makan ini contohnya. Tampil dengan ornamen ukir dan berwarna keemasan. Satu furnitur yang kental bergaya kolonial, adalah kursi makan. Kursi demikian, di Indonesia, disebut kursi Raffles. Bentuknya ramping, tak banyak memiliki hiasan, kecuali di bagian sandaran kursi.

Lampu dengan ornamen ukir  khas gaya klasik                Kursi Raffles atau kursi klasik
    Sumber. iDEA Online/ Rasantika M. Seta           Sumber. iDEA Online/ Rasantika M. Seta         

Untuk menunjang suasana homy yang ingin diciptakan, menurut Lia, pemilik sengaja memilih dominasi material kayu dan warna cokelat, untuk restorannya. Kedua unsur ini dapat menambah rasa nyaman di dalam ruangan, dan dapat menambah selera untuk menyantap hidangan.
Walaupun bergaya kolonial, rupanya masih ada sentuhan-sentuhan etnik di ruang makan ini. Coba lihat boks berukir penutup AC. Boks yang sama juga bisa ditemui di berbagai ruangan di restoran ini. Material yang digunakan tetap kayu, warnanya pun tetap cokelat, sehingga tetap mendukung keinginan pemilik, untuk menciptakan suasana nyaman seperti di rumah. 
Dominasi warna cokelat  dan material kayu dapat terlihat di boks penutup AC ini.
Sumber. iDEA Online/ Rasantika M. Seta

Lokasi: Restoran Noni Indische, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Perapian Artifisial di Ruang Makan

Ruang makan bergaya Eropa.
Sumber. iDEA Online/ Rasantika M. Seta

Bersantap di ruang makan ini, seperti sedang berada di Eropa. Furniturnya kental dengan sentuhan Eropa klasik. Berbagai pernik aksesoris pun mendukung tampilan ini, lampu berornamen ukir dan berwarna keemasan. Ditambah lukisan bergambar wanita-wanita Eropa abad pertengahan.
Ruang makan selain berfungsi sebagai tempat bersantap juga dapat berfungsi sebagai tempat untuk berkumpulnya semua anggota keluarga. Hal ini terlihat pada foto di atas yang menampilkan sepuluh jumlah kursi bergaya Eropa dengan meja makan memanjang.

Kursi bergaya Eropa
Sumber. iDEA Online/ Rasantika M. Seta   
Satu bagian ruang, yang paling membuat kita serasa bukan di Indonesia, yaitu perapian. "Perapian ini berfungsi sebagai aksen pada ruang makan," ujar Manajer Operasional Noni Indische, restoran dimana ruang makan ini berada, Lia Angelina. Mempertegas fungsinya sebagai aksen, area perapian memang dibuat menonjol.
Sebuah panel dinding berlapis wallpaper berwarna kecokelatan dipasang sebagai latar belakang. Di atas perapian, ditempatkan cermin bergaya klasik. Tidak lupa, pajangan berupa dua buah wadah lilin, lagi-lagi kental dengan sentuhan klasik.

Perapian artifisal di ruang makan.
Sumber. iDEA Online/ Rasantika M. Seta

Perapian ini tentunya artifisial, tidak perlu membuat yang asli, karena fungsinya hanya menciptakan suasana ala Eropa. Inspirasinya memang datang dari restoran, tapi sangat mungkin diaplikasikan di rumah.

Lokasi: Restoran Noni Indische, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Penataan Gaya Tropis

Ruang makan bergaya tropis dengan banyak bukaan.
Sumber. iDEA Online

Gaya penataan berkonsep tropis sangat tepat diterapkan pada ruang di daerah beriklim tropis. Ruang yang terbuka menjadi ciri khasnya.
Wladimir Koppen membuat klasifikasi iklim seluruh dunia berdasarkan suhu dan kelembaban udara. Kedua unsur iklim tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap permukaan bumi dan kehidupan di atasnya. Berdasarkan ketentuan itu Koppen membagi iklim dalam lima daerah iklim pokok. Masing-masing daerah iklim diberi simbol A, B, C, D, dan E. Iklim A atau iklim tropis. Cirinya adalah sebagai berikut:
•    suhu rata-rata bulanan tidak kurang dari 18°C,
•    suhu rata-rata tahunan 20°C-25°C,
•    curah hujan rata-rata lebih dari 70 cm/tahun, dan
•    tumbuhan yang tumbuh beraneka ragam.
Iklim tropis identik dengan suhu udara yang hangat dan kelembapan tinggi. Pada daerah yang berdekatan dengan pantai, angin bertiup kencang. Gaya tropis berkembang untuk mengatasi berbagai karakter iklim itu.
Ruangan yang serba terbuka menjadi ciri khas tata ruang bergaya tropis. Penggunaan material alami seperti kayu dan rotan menjadi pilihan utama. Sedikit berbeda dengan gaya natural, pada gaya tropis digunakan warna-warna yang lebih cerah seperti hijau dan oranye. Hal ini merupakan pengaruh dari warna-warninya buah dan bunga di daerah tropis.
Ruang yang terbuka dan cerah, sangat cocok diterapkan pada ruang makan. Keberadaan taman pada area luar ruang membuat suasana makan menjadi lebih menyenangkan. Udara segar dan rimbunnya tanaman mampu menambah kenikmatan ketika makan bersama keluarga.
Untuk mewujudkan gaya tropis pada tata ruang, dapat dipergunakan furnitur atau elemen ruangan yang terbuat dari tumbuhan. Misalnya, gunakan kursi makan dari anyaman rotan. Atau gunakan palang kayu berjajar pada langit-langit. Palang-palang kayu ini dapat dipasang pada bagian bawah skylight sehingga dapat membuat cahaya matahari masuk ke dalam ruangan dan memberikan efek bayangan yang dramatis.

Kursi Rotan dan langit-langit  menggunakan elemen kayu.
Sumber. iDEA Online

Ketika ingin membuat ruang yang agak lebih terbuka, pada dua sisi ruangan dapat dibuat bukaan yang lebar. Misalnya berupa jendela tinggi, dengan sistem putar atau pintu kaca dengan sistem lipat. Keduanya mengantarkan suasana luar ruang yang segar ke dalam ruangan.
Buka semua pintu dan jendela lebar-lebar selagi makan bersama keluarga. Biarkan angin semilir dan segarnya wangi tumbuhan menemani acara makan. Selesai makan, anak-anak bisa bermain di taman.
Ruang Makan Beraksen Floral

Ruang makan beraksen floral bergaya retro.
Sumber. iDEA Online/ Surai

Sentuhan floral dengan furnitur retro klasik membuat ruang makan tampil feminin. Tema floral dipilih untuk mempercantik ruang makan di foto ini. Terlihat dari pemilihan motif kain penutup kursi, dan dua buah lukisan bunga. Motif bunga membuat ruang makan tampil feminin. Karakter demikian membuat ruangan terasa lebih lembut dan ramah.
Ruang makan ini menyatu dengan dapur. Ia menempati lahan berukuran sekitar 2,5mx2,5m. Untuk membuat ruangan ini terasa lebih luas, diciptakanlah ilusi pandangan, menggunakan cermin. Tak hanya berfungsi untuk "meluaskan" ruang, cermin besar berbingkai tersebut juga berfungsi sebagai elemen dekoratif. Dinding yang semula polos, menjadi lebih menarik dengan kehadirannya.

Furnitur Bergaya Retro

Penggunaan furnitur dan aksesori bergaya retro klasik, terlihat sangat pas berpadu dengan motif floral. Meski berkesan tempo dulu, namun ruangan ini tidak tampak kuno. Untuk membuatnya tetap tampil modern, pemilihan desain dan warna furnitur menjadi pertimbangan penting.
Motif floral berupa bunga berukuran besar sendiri merupakan salah satu ciri gaya klasik. Pemilihan warna biru muda dan krem membuatnya tetap tampil modern.
Begitu pula dengan desain furnitur. Gaya retro klasik atau klasik tempo dulu, tidak melulu furnitur-furnitur berukuran besar dan tampak berat. Anda bisa memilih furnitur atau aksesori bergaya retro klasik, namun berdesain lebih sederhana dan ramping. Seperti kursi makan di foto ini. Bentuk sandaran kursi yang membulat di bagian atas, khas gaya retro klasik. Meski demikian, secara keseluruhan kursi ini berdesain sederhana. Kaki-kakinya dibuat ramping. Tidak seperti kursi-kursi bergaya klasik pada umumnya, yang kaki-kakinya cenderung besar dan berhias berbagai ornamen.
Begitu pula dengan pilihan aksesori. Sekali lihat, kita sudah tahu bahwa lampu gantung di atas meja makan di foto ini, bergaya klasik. Namun dengan meminimalisasi penggunaan ornamen dan warna-warna keemasan, lampu gantung ini tampil lebih modern.

Pemilihan furniture beraksen floral dipadu dengan elemen cermin.
Sumber. iDEA Online/ Surai

Lokasi dan Properti: Unit Contoh Coatesville, Kota Wisata, Cibubur
Kursi Ruang Makan ala Warung Nasi

Ruang makan dengan kursi ala warung nasi
Sumber. iDEA Online/ Adrian Mulja

Makan di ruang makan ini serasa makan di warung nasi. Desain furniturnya sederhana. Kursi makan dibuat panjang tanpa sandaran. Sederhana namun unik. Pernahkah terpikir oleh Anda membawa suasana warung nasi ke dalam rumah? Inspirasi ini diwujudkan pada ruang makan ini. Tampilannya sederhana, namun cukup unik.
Suasana yang hadir di ruang makan ini sama sekali tidak formal. Persis seperti di warung nasi. Meja dan kursi makan terbuat dari kayu solid. Guratan-guratan kayunya membuat furnitur tampil alami. Furnitur menggunakan finishing wax (semir kayu).
Desain meja sangat sederhana. Terdiri dari sebuah papan berukuran 180cmx90cm, sebagai table top. Disangga dua buah papan setinggi 75cm. Sedangkan kursinya dibuat memanjang tanpa sandaran. Makan di ruang makan ini, Anda bisa sambil mengangkat kaki.
Desain makan dan kursi makan yang sederhana.
Sumber. iDEA Online/ Adrian Mulja

Masih ada yang menarik. Lihat lantainya. Lantai ruang makan yang bersatu dengan pantry ini tidak menggunakan keramik. Melainkan menggunakan semen yang diaci halus. Semen yang digunakan adalah semen khusus untuk lantai.

Lantai semen menambah daya tarik ruangan.
Sumber. iDEA Online/ Adrian Mulja

Tampilan ruangan serba kayu membawa "keakraban". Anda bisa makan bersama teman-teman Anda di sini. Suasana hangat dan tidak formal tentu membuat Anda dan teman-teman Anda semakin nyaman. Seperti di warung nasi, Anda bisa makan sambil berbincang-bincang.

Ruang Makan dengan Plafond Rendah
Pola Grid menyiasati ketinggian plafond yang rendah.
Sumber. iDEA Online

Plafon rendah bukan berarti petaka. Maka haruslah pintar dalam menyiasatinya agar tak menambah sempit ruangan.
Saat merenovasi rumah, salah satu persoalan yang sering muncul adalah ketinggian plafon. Tinggi standar untuk rumah di Asia yaitu 2,7 meter dari lantai. Masalah biasanya muncul ketika ingin membuat split level. Begitu lantai ditinggikan, jarak ke plafon pun mengecil. Akibatnya, ruangan terasa pendek.
Tak perlu khawatir. Dengan sedikit trik masalah plafon rendah bisa diatasi. Salah satu cara yang mudah yaitu membuat pola grid pada plafon seperti pada ruang makan di foto. Sang arsitek, Ir. Warsoadhi Dhonomidjojo, melakukan improvisasi untuk menyiasatinya. Karena ketinggian ruang terbatas, maka ceiling  dibiarkan terbuka sampai konstruksi beton. Konsekuensinya, beton yang kasar itu akan terlihat oleh pengguna. Namun hal tersebut dapat menambah nilai artistik ruangan.



Maka,  dibuat kotak-kotak supaya fokus teralihkan pada pola tersebut. Orang yang melihat tidak akan tahu kalau di atasnya adalah beton yang tak diplester. Hasilnya memang lebih irit tempat. Bandingkan saja penggunaan gipsum yang setidaknya harus berjarak sekitar 60 cm dari struktur atap. Pada sistem grid ini, hanya perlu menyediakan area untuk kayu dengan lebar sekitar 10 cm.

Plafond dengan pola grid
Sumber. iDEA Online

Untuk masalah furniture, jenis bahannya dapat disesuaikan dengan material didalam ruangan tersebut. Tentunya untuk menambah keselarasan dan harmonisasi ruangan. Seperti tampak pada foto di atas, kursi bambu dipadu dengan meja kayu dilapisi kaca di atasnya seakan menyatu dengan panel dibelakangnya.
Lighting dapat menambah kesan dramatis dalam ruangan. Cahaya lampu memantul pada meja, sehingga ruangan tampak lebih terang.

Desain furniture dengan material kayu dan bambu.
Sumber. iDEA Online

Lokasi: Kediaman Ir. Warsoadhi, Sumber Sari, Bandung
TIPS

Rahasia Mempercantik Ruang Makan

Tak sulit mempercantik ruang makan. Berikut ini ada tips singkat yang dapat membantu Anda melakukannya.
•    Kenali luas ruang. Pada ruangan yang kecil dan terbuka, hendaknya menempatkan furnitur merapat ke satu dinding. Furnitur jadi tak menyita ruangan, sirkulasi orang pun tak terganggu.
•    Jangan ambisius menempatkan tata cahaya. Tempatkan lampu secukupnya. Gunakan kap lampu gantung yang berbahan transparan agar cahayanya terang tapi tak menyilaukan. Pilih cahaya kuning untuk menyoroti aksesori di ruang makan.
•    Boleh saja menempatkan aksesori yang kontras. Penempatannya disesuaikan dengan wadah, luas ruang, dan jenis akesori. Hindari aksesori jangan berlebihan, yang dapat membuat ruangan terlihat sesak.

Beberapa contoh ruang makan.
Sumber. iDEA Online

Cermin Sebagai Dinding

Cara yang banyak dilakukan desainer interior untuk memperluas ruang adalah dengan menggunakan cermin. Ilusi yang tampak di cermin bisa membuat ruang tampak 2 kali lebih besar. Batas pandangan yang tadinya terbentur tembok, seakan-akan diperluas ke dalam cermin.
Cara inilah yang diterapkan pada apartemen mungil ini. Secara ekstrim, di sini cermin dipasang “penuh” pada dinding yang berbatasan dengan ruang tidur. Dinding antara pintu kamar anak dengan ruang tidur utama pun tak luput dari cermin.
Memasang cermin berukuran raksasa memang cukup efektif. Namun yang jadi masalah adalah keterbatasan ukuran cermin yang ada di pasaran. Anda memang bisa memesan cermin berukuran sangat besar, tapi pastinya harganya menjadi sangat mahal. Belum lagi kesulitan saat memasukkan cermin ke dalam rumah dan memasangnya. Bayangkan pula bila pecah, Anda harus mengganti seluruhnya. Agar lebih praktis, di sini digunakan cermin dalam bentuk panel-panel berukuran 130 cm x 80 cm, yang “disatukan” dengan penyangga dari aluminium.
Karena dinding dipenuhi cermin, peralatan listrik seperti stop kontak dan sakelar sebaiknya telah ditentukan posisinya sebelum cermin dipasang. Pertama-tama, cermin dilubangi seukuran stop kontak atau sakelar, kemudian dipasang di dinding. Baru setelah itu rumah sakelar dipasang.
Selain memperluas pandangan, penggunaan cermin di seluruh dinding ternyata bisa mengurangi biaya pengecatan. Dinding tak perlu dicat, bahkan tak perlu diaci lagi. Selain itu, kalau kotor gampang membersihkannya.

Dinding kaca menambah dimensi ruang.
Sumber. iDEA Online


DAFTAR PUSTAKA

Aini, Annisa Q. (2009). Perapian Artifisial jadi Aksen di Ruang Makan.[Online]. Tersedia: http:// http://www.ideaonline.co.id/layout/set/print/iDEA/Ruang-makan/Artikel/Perapian-Artifisial-jadi-Aksen-di-Ruang-Makan.htm [9 Februari 2010]

Aini, Annisa Q. (2009). Ruang Makan Beraksen Floral Bergaya Retro.[Online]. Tersedia: http:// http://www.ideaonline.co.id/layout/set/print/iDEA/Ruang-makan/Artikel/Ruang-Makan-Beraksen-Floral-Bergaya-Retro.htm [9 Februari 2010]

Aini, Annisa Q. (2009). Ruang Makan Bergaya Kolonial yang Homy.[Online]. Tersedia: http:// http://www.ideaonline.co.id/layout/set/print/iDEA/Ruang-makan/Artikel/Ruang-Makan-Bergaya-Kolonial-yang-Homy.htm [9 Februari 2010]

Aini, Annisa Q. (2009). Ruang Makan Dengan Kursi ala Warung Nasi. [Online]. Tersedia: http:// http://www.ideaonline.co.id/layout/set/print/iDEA/Ruang-makan/Artikel/ Ruang makan-dengan-kursi-ala-Warung-Nasi.htm [9 Februari 2010]

Dwimirnani, Putri. (2008). Penataan Gaya Tropis Membuat Ruang Makan Lebih Manis.
[Online]. Tersedia: http:// http://www.ideaonline.co.id/layout/set/print/iDEA/Ruang-makan/Artikel/Penataan-Gaya-Tropis-Membuat-Ruang-Makan-Lebih-Manis.htm        [9 Februari 2010]
Dwimirnani, Putri. (2008). Pola Grid Siasati Plafond Rendah.[Online]. Tersedia: http:// http://www.ideaonline.co.id/layout/set/print/iDEA/Ruang-makan/Artikel/Pola-Grid-Siasati-Palfond-Rendah.htm  [9 Februari 2010]

Neufert, Ernest. (1978). Data Arsitek (Edisi 33). Jakarta : Penerbit Erlangga.
Panero, Julius dan Martin Zelnik, Dkk. (2003). Dimensi Manusia dan Ruang Interior. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Yulianti, Rahma dan Made Mardiani Kardha. (2008). Cermin Untuk Memperluas Ruang. [Online]. Tersedia: http://www.properti.kompas.com/cermin-untuk-memperluas-ruangan.htm [9 Februari 2010].
PERANCANGAN INTERIOR
RUANG MAKAN





Disusun Oleh :
Wulan Tresna Mukti 0809153




JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKTUR
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2010

PENGERTIAN RUANG
Pengertian ruang atau space berasal dari bahasa Latin  spatium  yang berarti ruangan atau luas (extent) dan bahasa Yunani yaitu tempat (topos) atau lokasi (choros) dimana ruang memiliki ekspresi kualitas tiga dimensional. Kata oikos  dalam bahasa Yunani yang berarti pejal, massa dan volume, dekat dengan pengertian ruang dalam arsitektur, sama halnya dengan kata oikos yang berarti ruangan (room).
Dalam pemikiran Barat, Aristoteles mengatakan bahwa ruang adalah suatu yang terukur dan terlihat, dibatasi oleh kejelasan fisik, enclosure yang terlihat sehingga dapat dipahami keberadaanya dengan jelas dan mudah.
Adolf Loos juga punya pandangan yg cukup menarik mengenai "ruang". Menurut dia, ruangan itu bersifat "contiguous, continual", yg saling berkaitan dan "merge" (bergabung). Disini terlihat bahwa Loos beranggapan bahwa space mempunyai batas, dan setiap ruang mempunyai makna.
Di sisi Timur, Kisho Kurokawa menulis analisis dia tentang guna dan fungsi ruang di Jepang. Katanya, di Jepang satu ruangan bisa digunakan untuk berbagai macam fungsi (ditatami bisa menjadi tempat tidur, di turunkan dan di taro meja kecil bisa menjadi tempat makan, dst).
-Pemahaman ruang arsitektur dalam perspektif subjektivis.

Dalam hal ini manusia mengetahui keberadaan ruang yang disebabkan oleh idea.
salah satu tokohnya itu arsitek rudolph m.schnidler berpendapat bahwa ruang dapat
diartikan sebagai jiwa. Ide ruang sepenuhnya bersumber pada kekuatan intelektual dan kekuatan kreatif. Contohnya, bila pelukis menuangkan idenya pada sebuah kanvas, sastrawan pada kertas2, pemahat pada kayu2nya, nah arsitek menyalurkan kreativitasnya pada ruang. ruang dipandang sebagai bahan baku layaknya kanvas, kertas ataupun kayu.
-Pemahaman ruang arsitektur dalam perspektif objektivis.
Dalam pemahaman ini menekankan pada pengetahuan inderawi. Memiliki ciri2 fisik seperti harus terukur menempati posisi, mempunyai bentuk, struktur, eksistensi dalam waktu, ruang dan massa, kelembaban, gerak serta ciri-ciri lain seperti warna, tektur, solid, dsb. Contohnya le corbusier mendefinisikan arsitektur sebagai permainan massa yang tersingkap cahaya, ia memakai pertimbangan-pertimbangan : menekankan kecondongan bentuk yang paling murni yaitu  kubus, permukaan [surface], penggunaan denah sebagai generator bentuk.
-Ruang dalam perspektif fenomenologi.
Dalam pemahaman ini menekankan pada phenomena2 yg terjadi pada manusia. salah satu tokohnya c.norberg-schulz, dalam bukunya existence,space and architecture
menggolongkan ruang kedalam beberapa golongan, salah satunya ruang eksistensial. disini dikembangkan ide bahwa ruang dapat dimengerti sebagai perwujudan manusia tentang 'keberadaanya di dunia.'
PENGERTIAN RUANG MAKAN
Dari pengertian-pengertian ruang secara garis besar yang telah dituangkan di atas, ruang makan merupakan bagian dari ruang. Ruang makan adalah tempat (topos) atau lokasi (choros) dimana ruang ini memiliki ekspresi kualitas tiga dimensional yang berfungsi sebagai lokasi untuk makan.

DESAIN INTERIOR RUANG MAKAN
Seperti merencana ruang-ruang lainnya, sebelum merancang ruang makan, kita juga harus membuat daftar kebutuhan ruang makan. Disinilah tugas Arsitek Rumah untuk mengetahui kebutuhan Ruang Makan atau Interior Disain. Beberapa kebutuhan Ruang makan sebagai berikut :
1. Meja Makan yang ukurannya di sesuaikan dengan jumlah kursi. Bentuk meja makan yang bermacam- macam memiliki sifat yang berbeda- beda dalam menciptakan ruang makan.
2. Kursi yang jumlahnya minimal sama dengan jumlah anggota keluarga. Dengan demikian semau anggota keluarga dapat berkumpul bersama dalam satu waktu makan.
3. Lemari penyimpanan. Lemari penyimpan tidak harus ada, tetapi lemari penyimpan di ruang makan akan membantu kemudahan penyimpanan serta penataan ruang makan dan Interior Disain. Pilihan lemari penyimpan dapat berupa lenari rendah atau lemari tinggi. Satu hal yang perlu di ingat, sebaiknya lemari penyimpan memiliki laci- laci untuk menyimpan sendok,garpu dam pisau makan.
4. Penerang. Lampu gantung tepat diatas meja makan biasanya paling sesuai untuk ruang makan. Dimmer atau fasilitas yang dapat membesarkan dan mengecilkan intensitas cahaya lampu akan sangat membantu penciptaan ruang makan.
5. Ventilasi. Ventilasi sangat penting untuk ruang apapun termasuk ruang makan. Makan dalam uadara yang pengap dan mengalir sangat tidak menyenangkan.
     Aksesori Ruang makan
Dalam penataan ruang makan  atau desain interior meja makan jangan sampai kita terlupakan dengan aksesori meja makan. Dengan adanya aksesori akan menambah kesan manis di Ruang Makan. Beberapa contoh asesories adalah sebagai berikut :

Bunga
Bunga adalah penyemarak meja makan yang menawan. Bunga potong yang segar akan membuat ruang makan terasa lebih hidup. Bunga juga membangkitkan mood dan suasana hangat di ruang makan. Jangan pernah melupakan bunga sebagai assoris pada acara jamuan makan.
Menata bunga kini semakin kreatif dan bervariasi, tidak hanya di dalam kanvas tetapi juga dalam wadah- wadah lain. Swelain itu,aksesories meja makan tidak harus bunga warna- warni, namun bisa memanfaatkan kaktus kecil di Pot keramik putih,daun- daun yang dirangkai menjadi napkin ring. Satu hal yang perlu di perhatikan dalam menata bunga diatas meja adalah rangkaian bunga harus cukup rendah agar tidak menghalangi pandangan orang saling berhadapan.

Lilin
Selain sebagai sumber penerangan di meja makan ,lilin juga praktis untuk mempercantik tatanan meja jamuan anda. Lilin yang tersedia di pasaran saat ini hanya lilin konservasif berbentuk batang- batang kurus yang panjang dan berwarna putih saja, melainkan aneka bentuk,ukuran, dan warna menawan. Pilih lilin yang bentuk dan warnanya sesuai dengan tema yang anda pilih. Hal ini semakin menciptakan keserasian dan keharmonisan tas jamuan

     Pencahayaan
Tempat makan perlu diterangi cahaya agar proses bersantap berlangsung nyaman dan akrab. Terang merata patut diperhatikan agar sirkulasi di ruang berlangsung aman.
Ruang makan memiliki kesan berbeda bagi setiap orang. Kesan apapun yang ingin ditampilkan, yang pasti ruang makan haruslah membuat nyaman dan juga menggugah selera makan. Tambahan elemen dekoratif lain akan menjadi nilai plus bagi ruang tersebut. Salah satu elemen penting adalah pencahayaan yang lembut. Elemen ini dapat memberi kesan hangat dan atmosfer intim.
Lilin biasanya dapat dijadikan elemen dekoratif yang fungsional di ruang makan. Cahaya lilin lembut dan hangat menimbulkan kesan romantis. Tidak hanya itu, lilin juga menjauhkan makanan di meja makan dari serbuan serangga. Lilin-lilin cantik tersebut dapat dijadikan sebagai centerpiece. Biasanya lilin diletakkan dalam wadah kaca ataupun keramik yang cantik sebagai pendamping rangkaian bunga atau buah di meja makan.
Pencahayaan utama di ruang makan dapat menggunakan beberapa lampu gantung yang diletakkan rendah hampir setinggi manusia dewasa. Penggunaan tiga sampai lima lampu sekaligus akan menimbulkan efek bayangan yang unik di sekitarnya. Apabila memungkinkan, penggunaan dimmer juga akan sangat membantu. Dimmer dapat menentukan kekuatan cahaya yang tepat untuk menciptakan suasana sesuai harapan.
Pada bagian sisi-sisi ruang makan dapat diberi tambahan berupa lampu halogen yang dipasang secara tersembunyi. Cahaya warna putih bersih yang memantul pada sebuah bidang itu akan menambah ke¬san dramatis.
Pada siang hari, sebaiknya ruang makan terkena cahaya matahari. Jadi, semakin banyak bukaan akan semakin baik pengaruhnya bagi ruang makan. Bahkan ruang setengah terbuka dan berhu¬bung¬an langsung de¬ngan area belakang ataupun samping rumah akan sangat bagus dan menarik. Pada malam hari, cahaya yang datang dari taman akan menambahkan kesan romantis.

     Bukaan di Ruang makan

Perhatikan kondisi cuaca dan pengaruhnya terhadap selera makan. Di saat udara panas dan gerah, nafsu makan kita pasti tak seberapa besar dibanding ketika hawa terasa dingin. Bahkan, kadang kita kehilangan selera sama sekali ketika berada di ruangan sempit, pengap, dan panas.
Agar kondisi tersebut tak terjadi di rumah, pastikan bahwa ruang makan dilengkapi dengan sirkulasi udara yang baik. Salah satu caranya yaitu dengan membuat banyak bukaan di area ini. Dengan begini, aliran udara menjadi lebih lancar. Cahaya yang masuk pun lebih optimal.
Sebelum memutuskan untuk membuat bukaan, buat beberapa perhitungan agar hasilnya tak mengecewakan. Pertama, pastikan bahwa sisi dinding yang akan 'dibuka' menghadap ke arah utara atau selatan. Hindari arah timur, apalagi barat. Sebab, cahaya yang dipancarkan ketika matahari terbit dan tenggelam bisa mengganggu kita. Apalagi, jika diteruskan melalui kaca. Intensitasnya bisa berlipat ganda.
Setelah memastikan arah jendela, perhatikan posisi ruangan. Jika berbatasan langsung dengan jalan raya, membuat banyak bukaan seperti ini sangat tidak disarankan. Bukan hanya tak aman, tetapi juga berpotensi menimbulkan bising dan gangguan pernapasan. Posisi terbaik menempatkan bukaan adalah menghadap halaman belakang rumah. Selain terhalang dari hiruk pikuk kendaraan, udara pun lebih bersih. Anda pun bisa memetik bunga segar dari sana untuk ditaruh di atas meja makan.
     Sehat dengan Ruang Makan Tepat
Kesehatan tak hanya diatur dari asupan makanan. Bahkan, desain ruang makan pun berpengaruh.
Cara makan, cara mengunyah, dan aspek psikologis ternyata memiliki pengaruh bagi kesehatan tubuh. Gaya hidup yang serba cepat dipercaya mengganggu pola makan dan menimbulkan penyakit.
Dulu, pola hidup masyarakat lebih teratur. Acara makan bersama seluruh anggota keluarga merupakan hal yang wajib dilakukan. Ada baiknya kita mengembalikan pola tersebut demi kesehatan. Untuk itu, coba perhatikan kondisi ruang makan dalam rumah.
Ritual makan sebaiknya dilakukan dengan benar, tanpa diganggu oleh aktivitas lain. Jika ruang makan dan ruang keluarga menyatu, ada kemungkinan perhatian terpecah oleh tayangan televisi. Bukan tak mungkin anak-anak malah memilih untuk menonton di depan TV.
Buat batas antara ruang makan dan ruang keluarga agar kegiatan makan tak terganggu. Tak perlu berupa dinding masif, yang penting anda dapat memastikan bahwa perhatian anda tak teralihkan pada hal lain selama makan.
Kalau tak memungkinkan, pastikan saja bahwa posisi duduk selama makan membelakangi TV. Lebih mudahnya, matikan televisi selama makan.
Ubah kegiatan makan menjadi semacam ritual bersama. Selain mampu melatih diri menjadi disiplin, kesehatan pun lebih terjaga.

     Jarak Standar Sirkulasi di Ruang Makan
Kalau ingin ruang makan nyaman, sediakan ruang sirkulasi yang cukup. Jarak standar ruang sirkulasi patut dipenuhi.
Biar sudah ditata rapi, pilihan warna pas, furnitur berfungsi maksimal, ruangan akan tetap terasa kurang nyaman kalau jalur sirkulasinya kurang. Apa gunanya punya ruangan yang luar biasa bagus, kalau tidak ada ruang yang cukup untuk lalu lalang? Akhirnya, kepentok sana-sini saat berjalan menyusuri ruangan tersebut.
Dalam tata interior, ada ukuran-ukuran standar yang patut diterapkan agar sebuah ruang menjadi nyaman. Tidak hanya nyaman sebagai ruang, tapi juga nyaman dari sisi berkegiatan di dalamnya. Misalnya pada ruang makan, agar kegiatan penggunanya tak saling mengganggu, maka perlu disediakan jalur sirkulasi yang memenuhi standar minimal. Hal ini guna menghindari kegiatan si A "bertabrakan" dengan kegiatan si B, yang berujung pada ketidaknyamanan.
Pada Interior Design Course disebutkan: jarak aman diperlukan untuk memperoleh ruang sirkulasi yang cukup, di ruang makan. Setidaknya, berikan jarak 45cm antara kursi makan satu dengan yang lain. Dengan demikian, siku-siku Anda dapat lebih bebas bergerak, karena tidak beradu dengan siku-siku orang yang duduk di sebelah. Kemudian, berikan jarak kurang lebih 60cm, antara meja dengan kursi makan, saat digeser keluar. Jarak yang disebutkan itu memudahkan Anda duduk atau beranjak.
Masih ada satu lagi, berikan jarak, setidaknya 120cm, antara tepian meja makan, dengan dinding. Perhitungannya, setelah kursi digeser keluar dengan jarak 60cm dari tepian meja, masih ada ruang selebar 60cm, di belakang kursi. Ruang ini dimaksudkan untuk memudahkan orang untuk lalu lalang di belakang orang yang duduk tanpa mengganggu. Dengan memenuhi pedoman jarak ini, mudah-mudahan Anda tidak perlu lagi meminta orang yang sedang menikmati hidangan untuk menggeser tempat duduknya, saat ingin lewat. Kalau pun masih tidak muat, mungkin Anda perlu berhenti makan dan menimbang badan

     Makan Bermejakan Batu, Kayu, dan Kaca

Tiga material berbeda karakter digabungkan menjadi satu dalam satu meja.
Kayu yang berkarakter keras dipadankan dengan kayu yang lunak dan "dingin". Keduanya berasal dari alam, sehingga sepertinya tak masalah memadukan keduanya. Tapi, apa jadinya ketika ditambahkan kaca transparan? Tentu menggugah rasa penasaran.
Seperti itulah meja di ruang makan kediaman Lily dan Hariman Wiradireja ini. Sebuah meja berdiri di tengah ruangan, hanya dilengkapi oleh dua kaki yang terbuat dari batu kapur berwarna putih. Di atasnya, bilah-bilah kayu setebal 8 cm dipasang berjajar, menopang bidang kaca berukuran 80cm x 200cm.
Perpaduan antara batu kapur putih yang kasar dengan kayu yang hangat membuat meja ini terlihat menarik. Jajaran kayu di bagian atas membentuk garis-haris horizontal, senada dengan garis vertikal yang menghiasi satu set kursi makan di sisi-sisi meja. Penggunaan jenis kayu yang sama, serta pengulangan ritme yang selaras, menunjukkan bahwa meja dan kursi itu memang dibuat satu set.
Satu pertanyaan mungkin muncul di benak Anda. Amankah menggunakan kaca pada permukaan meja makan? Mengingat beban yang ditaruh di atasnya pasti tak ringan. Supaya tak rentan pecah, setidaknya gunakan kaca dengan ketebalan 1 cm. Kalau perlu, pilih jenis tempered glass agar serpihannya tak membahayakan.
Meski cantik dan unik, ternyata ada satu kelemahan meja ini yang diakui Hariman. "Karena dibuat tertanam pada lantai, meja ini tak bisa dipindah-pindah. Repot juga kalau ada acara, misalnya arisan," jelasnya.
Komentar Hariman ini bisa jadi pertimbangan Anda ketika hendak membuat meja. Meski terbuat dari batu, alangkah baiknya jika kita masih bisa menggeser meja.


     Arti warna dalam Feng shui

Dalam feng shui, warna adalah getaran. Getaran itu selalu kita respon, secara sadar maupun tidak. Warna memengaruhi kenyamanan lingkungan dan mood. Warna yang kita kenakan sehari-hari memengaruhi pandangan orang lain terhadap kita. Berikut ini sejumlah karakter warna menurut feng shui:

Merah
Sifat merah memberi stimulasi dan dominan. Erat kaitannya dengan sifat hangat serta kemakmuran, tetapi juga menggambarkan kemarahan, malu dan kebencian. Untuk ruangan, merah mengurangi ukuran, tetapi memperbesar ukuran objek. Warna ini bagus sebagai aksen. Tak cocok: ruang makan, kamar tidur anak-anak, dapur, dan ruang kerja.
Kuning
Erat dengan pencerahan dan intelektualitas. Sifatnya menstimulasi otak dan membantu pencernaan. Sifat positifnya adalah optimisme, akal, dan ketegasan. Sifat negatifnya, berlebihan dan kekakuan. Cocok: pintu masuk rumah dan dapur.
Tak cocok: ruang meditasi dan kamar mandi.
Hijau
Simbol pertumbuhan, kesuburan, dan harmoni. Hijau adalah warna menenangkan dan menyegarkan. Sifat positifnya, optimisme, kebebasan, dan keseimbangan. Sifat negatifnya, iri hati dan kebohongan. Cocok: ruang terapi dan kamar mandi.
Tak cocok: ruang keluarga, ruang bermain, dan ruang belajar.
Biru
Damai dan menyejukkan. Biru juga terkait dengan spiritualitas, kontemplasi, misteri, dan kesabaran. Asosiasi positifnya, rasa percaya dan stabilitas. Sifat negatifnya, curiga dan melankolis. Biru memberi kesan luas pada ruangan. Cocok: ruang meditasi, ruang tidur, dan ruang terapi. Tak cocok: ruang keluarga, ruang makan, dan ruang kerja.
PutihSimbol awal baru, kemurnian dan kesucian. Kualitas positifnya, bersih dan segar. Sifat negatifnya, dingin dan tanpa kehidupan. Cocok: kamar mandi dan dapur. Tak cocok: kamar anak-anak dan ruang makan.
Hitam
Misterius dan independen adalah sifat hitam. Positifnya, daya tarik dan kekuatan. Sifat negatinya, kematian, kegelapan, dan kuasa jahat. Cocok: kamar remaja dan kamar tidur. Tak cocok: kamar kerja, kamar anak-anak, dan ruang keluarga.
KAJIAN LITERATUR
RUANG MAKAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah perancangan interior

Dosen:
Asep Yudi Permana,SPd.M.des
Oleh:
Selvana
0809493

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKTUR
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2010


PENGERTIAN
Ruang makan atau dining room adalah salah satu tempat sentral, selain sebagai tempat makan keluarga, kerapkali perbincangan hangat terjadi di ruangan ini.
Ruang makan yang baik adalah ruang makan yang memfasilitasi kegiatan utamanya, yaitu makan dengan baik dan dapat menunjang kegiatan tambahan serta memiliki karakter yang yang sesuai dengan kepribadian penghuninya. Oleh karenanya dalm menata atau mendesain ruang makan, banyak hal yang harus diperhatikan.Nilai ruang makan bagi keluarga, bagaimana aktivitas makan dilakukan,  dan karakter yang harus dicermati.
Nilai ruang makan makan bagi sebuah keluarga merupakan elemen penting penentu bagaimana ruang makan di olah. Nilai ruang ini tantunya berbeda-beda bagi setiap keluarga.


NILAI RUANG MAKAN
a.    Akivitas Makan
Nilai ruang sangat di tentukan oleh bagaimana aktivitas makan dilakukan. Kegiatan makan kini buakan lagi hanya kegiatan untuk mendapatkan asupan energi lewat makanan yang bergizi saja, tetapi sudah menjadi sebuah kegitan yang sifatnya pleasure dan entertaining, dimana faktor kenyamanan dan gaya secara keseluruhan manjadi elemen penting yang menentukan keberhasilan sutau kegitan makan.
Kini ruang makan tidak hanya untuk aktivitas maakan saja. Kita dapat mengoptimalisasi ruang makan sebagai ‘ruang keluarga kedua’ di mana anggota keluarga bisa saling berbagi cerita dan bertukarpikiran, sebagai ruang belajar anak dan ‘kantor kecil’ untuk orang tua apabila terpaksa membawa perkerjaan kantor mereka. Dengan aktivitas tersebit  ruang makan tidak hanya  harus  mampu memenuhi persyaratan sebagai ruang makan. Belum lagi apabila prnghuni rumah harus menjamu tamu atau sanak saudara, ruang makan merupakan represenatasi kepribadian dan penhargaan pemilik rumah untuk mereka, sehimgga kehangatan dan kenyamanan harus terpancar dengan baik.
Cara menikmati makanan pun kini sudah jauh berbeda, kita tidak lagi di paksa untuk duduk rapi dan tertib dengan posisi badan berorientasi pada meja makan daam suasana. Formal. Kini gaya makan berjejer layaknya di bar atau tempat makan  cepat saji lainnya yang kasual, lebih diterima dan dinikmati. Sehingga ragam desain dan gaya untuk ruang makan menjadi begitu variatif dan unuk sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

b.    Dimana Letaknya
Melalui cara aktivitas makan dilakukan dan kagiatan lain yang juga dilakukan pada ruang tersebut. Juga dapat menentukan dimana ruang makan tersebut dan menentukan dimana ruang makan akan diletakakn didalam rumah dan bagaimana pengaturannya.
    Sebagai sarana aktivitas tunggal
Jika menghendaki kegitan makan berlangsung dengan baik, tanpa gangguan, dan waktu di meja makan benar-benar menjadi waktu berkualitas, maka pemisahan kegiatan makan dari kegitan lain didalam rumah perlu dilakikan. Terlebih apabila rumah perlu dilakukan. Terlebih apabila rumah cukup luas. Untuk memisahkanya, dapat meletakakn ruang makan pada area khusus atau menggabungkannya dengan ruang aktivitasnya mendukung,  misalnya meletakakn ruang makan di dapur. Apabila menyukai kegiatan makan yang kental dengan nuasa alam, anda dapat meletakan ruang makan di area courtyard berekan dengan area pantry/ dapur.
    Sebagai sarana multiaktivitas
Penggabungan aktivitas makan dengan aktivitas lain biasanya terjadi pada rumah dengan penataan open plan, dimana tidak terdapat sekat-sekat yang memisahkan ruang  makan dengan ruang lain. Bisa juga terjadi karena keterbatasan ruang sehingga beberapa fungsi diatur agar dapat dilakuakn secara bersamaan  atau pada waktu yang berbeda , sehingga penggunaan ruang menjadi optimal. Penggabungan aktivitas makan dengan kegiatan lain bisa berdampak positif, seperti siasana kausal yang tercipta karena aktivitas didalam rumah dapat  mengalir dengan baik antara satu ruang ke ruang lain dan mendorong terjalinnya komunikasi yang lebih akrab antara anggota keluarga.

c.    Orientasi Kegiatan Makan
Ada dua jenis orientasi yang biasa terjadi:
    Center
Kegiatan makan dengan orientasi center(pusat), maka semua pengguna duduk mengelilingi satu meja dengan posisi tubuh menghadap pusat meja. Pola ini merupakan jenis pengaturan yang  formal maupun kasual. Suasana makan yang tercipta dengan pengaturan ini terasa lebih akrab dan hangat karena memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah dan kontak visual yang baik diantara penggunanya.
    Linear
Posisi makan berjejer dimana semua pengguna menghadap ke satu arah yang sama. Pola ini sangat cocok untuk menciptakan suasana kasual.

MATERIAL
Perabot  Utama
Perabot merupakanan  elemen penting yang menentukan kenyamanan ruang makan. Tanpa pemilihan  perabot yang tepat dapat dipastikan kegiatan makan tidak akan memuaskan. Perabot utama yang dimaksudkan adalah alas untuk duduk, bisa berupa kursi ataupun tatami( alas makan dari jepang) dan meja makan. Tidak penting  apakah anda akan makan di lantai atau di meja, perabot tersebut harus memenuhi kriteria  berikut ini.

1.    Kesesuaian ukuran
Kursi dan meja yang baik harus memiliki ukuran sesuai dengan propodi tubuh kita. Sehingga kita merasa nyaman menggunakannya untuk waktu yang lama. Brikut ukuran-ukuran furnitur makan yang baik.
•    Kursi
    Tinggi sandaran kursi dari lantai 79-84 cm. Sandaran  memegang peranan penting untuk kenyamanan dalam menggunakan kursi makan.
    Lebar dudukan sebaiknya 40-45 cm. Angka yang tertera adalah lebar bersih, jadi anda harus  menghitung bagian dalam dari kursi, yaitu lebar di antara 2 arm rest apabila memilih kursi dengan arm rest.
    Kedalaman kursi makan 40-42 cm.
    Tinggi dudukan 40-43 cm dengan keniringan dudukan 0-5 derajat. Sebaiknya dudukan kursi memiliki sudut kemiringan sehingga lebih sesuai dengan bentuk tubuh terutama apabila anda ingin ruang makan  menjadi ruang berbagi di antara anggota keluarga
    Sudut untuk sandaran  kursi membentuk sudut 105 derajat  terhadap dudukan kursi. Sudut ini juga diharus ada dan sebaiknya digunakan secara akurat, karena kesalahan atau kurang teliti dalam memilih sudut kemiringan sandaran akan berakibat fatal bagi kesehatan, salah satunya sakit  punggung atau pinggang yang berkepanjangan.
Ukuran kursi sangat ditentukan oleh dimensi pengguna, sedangkan untuk meja tergantung  luasan kegiatan makan. Luasan kegiatan makan diperhitungkan dari lebar badan orang normal ditambah eksra luasan untuk pergerakan  tangan dan ukuran elemen penunjang kegiatan makan ( piring, gelas, dan lain-lain).
•    Luas optimal
Luas inti lebar (a1) 45 cm, panjang (b) 76 cm, luas tambahannya untuk elemen penunjang makan lebar  23 (a2), panjang 76 cm.
•    Luas minimal
Luas inti yaitu lebar 40 cm, panjang 60 cm, luas tambahan untuk elemen penunjang makan yaitu lebar 12 cm, panjang 60 cm.

Secara umum kita dapat memprediksikan besarnya meja dengan mengalihkan jumlah orang yang akan melakukan kegiatan makan menggunakan data dari luasan optimum atau luassan minuman, dan tergantung ruang yang tersedia. Luasan ini sangat bermanfaat ketika anda memerlukan ukuran kasar  untuk memperkirakan berapa luas ruang makan yang diperlukan.

Untuk perhitungan cepat dan praktis, berikut dimensi meja makan yang di sesuaikan dengan bentuk meja.
    Meja makan persegi untuk 4 orang, sisi yang di anjurkan  91-107 cm
    Meja makan persegi panjang untuk 6 orang, panjang 203-243 cm, lebar 107-137 cm
    Meja makan bulat untuk 4 orang, diameter yang direkomondasikan adalah 120-150 cm.
    Meja makan bulat untuk 6-8 orang, diameter yang di rekomondasikan adalah 182 cm
Selain ukuran di atas, ada dimensi lain yang dipertimbangkan, yaitu:
    Jarak antara meja dan kursi harus berjarak 19-20 cm
    Tinggi lampu dan meja makan yaitu 48,5-70 cm
Furnitur lain yang kerap di letakan diruang makan sebagai furnitur pelengkap, yaitu credenza-kabinet berukuran  lebar 30-40 cm dan panjang bervariasi mulai 90-160 cm, tergantung keperluan dan besar ruang. Tinggi credenza sekitar 90-110 cm. Credanza bermanfaat sebagai tempat penyimpanan cultery ( sendok garpu, dan lain-lain). Bahan dasar credenza biasanya menggunakan kayu.
2.    Pemilihan bahan
Peletakan ruang makan mempengaruhi pemilahan bahan bentuk untuk  meja dan kursi.
•    Ruang makan indoor
Ada banyak variasi bahan untuk furnitur makan yang diletakakan didalam ruangan ( indoor).
    Bahan rangka: stainlees steel, besi, kayu solid, kayu campuran. Masing-masing bahan memilki karakter sendiri yang mendukung gaya ruang tertentu. Stainlees steel  merupakan bahan favorit untuk hunian bergaya modern, sedang kayu bahan pilihan untuk mendukung interior  bergaya etnik bahkan minimalis
    Bahan pelapis kursi: upsholstery, bahan kulit sintesis, bahan natural ( bambu, enceng gindok), bambu.
Bahan pelapis sangat beragam, tergantung kesan ruang yang ingin di bangun. Yang harus diperhatikan adalah gaya tahan bahan dan kemudahannya untuk di bersihkan. Bahan yang menjadi favorit  antara lain oscar atau sejenis bahan kulit sitetis yang mudah di bersihakan dan relatif lebih taham terhadap noda. Sedang upsholstery lebih di sukai apabila bisa di lepas dan di ganti sewaktu-waktu.
    Bahan kombinasi untuk meja: kaca, bahan tableltop cetakan.
•    Ruang makan autdoor
Pemilihan bahan pelapis untuk meja makan yang diletakan diluar ruang relatif lebih terbatas. Kursi biasanya tediri dari satu bahan atau kombinasi dari 2 sampai 3 bahan. Bahan yang kerap digunakan yaitu besi tempa, kayu unfinished, dan bahan natural. Persyaratan umum bahan kursi dan meja unruk ruan makn outdoor yaitu tahan terhadap cuaca.

3.    Faktor keamanan
Faktor keamanan meja dan kursi makan ditentukan oleh kerapian pertemuan (sambungan) bagian-bagian dai kursi da meja. Terutama apabila anda memilih paduam kaca-kayu atau kaca dan stainlees steel untuk meja makan. Jika menggunakan bahan kaca,  perhatiakan apakah pinggirannya sudah di bevel atau edging khusus atau tudak. Juga perhatikan bagaimana struktur kaki-kaki meja apakah sudah cukup kuat  dan lain sebagainya.

4.    Kesesuaian gaya furnitur
Yang tak kalah penting dalam memilih furniture untuk ruang makan adalah gaya yang ingin diangkat pada ruang tersebut  untuk interior gaya minimalis, sebaiknya tidak memilih  kursi yang memiliki bamyak detail ukuran tapi pilihlah kursi dengan bentuk yang simpel.
5.    Kesesuaian dengan bentuk ruang
Perlu juga diperhatiakan bahwa bentuk ruang ikut mempengaruhi konfigurasi meja makan.  Ruang makan persegi dapat menggunakan meja berbentuk bulat atau meja persegi  sama sisi tergantung selera. Sedangkan ruang berbentuk persegi panjang, sebaiknya menggunakan bentuk meja yang juga persegi panjang atu oval.

PENCAHAYAAN
Ada dua sumber pencahayaan pada ruang makan, yaitu pencahayaan alami  (matahari). Dan pencahayaan buatan.
1.    Pencahayaan alami
Matahari merupakan sumber pencahayaan yang tak terbatas. Masalahnya adalah bagaimana mengoptimalkan cahaya matahari agar masuk kedalam ruang makan sesuai kebutuhan .

salah satu caranya yaitu membuat bukaan berupa jendela dengan bidang kaca transparan atau Pencahayaan buatan menyediakan void di atas ruang makan dan skylight.
Ketikan sinar matahari tidak lagi cukup untuk menerangi kegitan diruang makan, anda dapat menggunakan pencahayaan buatan. Secara umum ada 3 jenis pencahayaan buatan pada ruang makan.
    General light, yaitu pencahayaan buatan yang dipakai untuk menerangi ruang makan secara keseluruhan. Apabila mengandalkan pencahayaan ini saja untuk ruang makan, maka suasana yang tercipta kuarang baik.
    Task light, yaitu pencahayaan buatan yang di pakai untuk menerangi kegitan utama. Bisa berupa lampu gantung yang menyinari tabletop atau sususnan downlight yang dilengkapi dimmer untuk mengatur intensitas cahaya. Agar sesuai dengan kegiatan dan suasana yang di harapkan.
    Indirect light, yaitu pencahayaan pelengkap untuk mendukung terciptanya suasana yang di ingiakn dan dapat dimanfaatkan untuk mengaksentuasi elemen dekoratif dari ruang makan.

Sirkulasi

Selain penataan meja dan cahaya yang baik anda juga harus memperhatikan sirkulasi di sekitar ruang makan. Anda harus memastikan bahwa keberadaan meja dan kursi makan disaat sedang digunakan tidak menghalangi area sirkulasi.

KARAKTER RUANG MAKAN
Karakter ruang makan dipengaruhi oleh banyak elemen, seperti pemilahan warna yang tepat. Namun jika tidak di dukung oleh aksesori yang mendukung akan mengimbangi kejanggalan.
Karakter vs Gaya Ruang Makan
Cara termudah untuk mandapatkan inspirasi gaya ruang makan adalah dengan mengamati karakter ruang  dimana akativitas makan akan diletakkan. Anda dapat memilih gaya yang harmonis dengan ruang tersebut atau penataan interior rumah secara keseluruhan. Atau sebaliknya malah memilah gaya yang berbeda sama sekali sehingga keberadaan ruang makan menjadi aksen yang kuat pada penataan interior rumah secara keseluruhan. Pendekatan apapun yang di pilih pastikan anda konsisten terhadap pilihan tersebut, sehingga tiap elemen yang ada pada ruang makan sudah anda pikirakan dengan baik kebradaan dan fungsinya. Tidak ada lagi ruang makan ‘tanpa identitas’. Terlalau banyak gaya yang di hadirkan tanpa penakanan atau tema tertentu menyebankan ruang makan terasa hambar.

WARNA
Karakter ruang makan sangat dipengaruhi oleh skema warna yang kita tuangkan pada elemen-elemen ruang makan. Cara untuk mendapatkan skema warna yang tepat dapat dimulai dengan menentukan mood atau suasana yang inggin anda tampilkan. Suasana yang ingin di bangun sangat erat hubungannya dengan bagaimana memberi nilai pada ruang makan.
Secara umum biasanya  suasana yang ingin dibangun adalah suasana hangat, akrab dan kondusif untuk terjalinnya komunikasi antarpengguna. Tetapi suasana itu dapat dikombinasikan dengan gaya tatanan interior tertentu sehingga menghasilkan gaya baru yang lebih sesuai dengan kepribadian.
    Fresh dew
Ruang makan diibaratkan tetesan embun dipagi hari, karena memang ruang makannya lebih banyak digunakan untuk kegiatan mkan pagi. Oleh karenanya warna yang ditampilakan adalah ragam warna biru nuda dipadu debgan hijau toska untuk soft furnishing dan aksesori dikombinasikan dengan warna finishing dan aksesori dikombinasiakn dengan warana finishing kayu muda atau duco putih.

    Tantalizing
Ruang makan memeng juga dimaksudkan menadi ruang yang menggugah selera makan. Karenanhya rempah dan bumbu masak, merah, merah bata dan aksen warna kuning untuk soft funishing dan aksesori dapat menghidupkan ruang makan.
    Casual spirit
Untuk ruang makan bernuansa cozy dan kasual, anda dapat mencoba mengaplikasikan warna-warna soft furnishing yang saling kontras dan jarang di aplikasiakan untuk kursi makan, misalnya warna unggu dan kuning(dari 4 kursi, 2 berwarna unggu dan 2 berwarna kuning). Untuk variasi gunakan turunan warna-warna tersebut.
TEKSTUR
Yang tidak kalah penting yaitu penggunaan tekstur terasa lembut dikulit diruang makan sehingga pengguna bisa betah di ruang makn. Ragam tekstur dari upholstery dan oscar, bahan kayu, atau kaca, akan semakin menghidupkan ruangan.
Aksesori Ruang Makan
Setelah ruang makan tertata baik dan lemen interior lain di ruang makan juga mendukung, maka untuk lebih menyemarakan ruang makan dapat menambah ragam aksesori. Bisa dimilai dari tableware( peralatan makan) dan aksesori  pelengkap, seperti tutup saji, tableware dipasaran, ada yang dibuat dari kristal, kaca, keramik, stainless stell, aliminium.

Ragam disainnya pun semakin mengikuti perkembangan interior, sehingga hampir semua gaya ruang makan dapat dilengkapi dengan tableware diatas meja dalam tatanan yang apik untuk menggugah selera makan.
FOCAL POINT
Ruang makan yang menarik tidak hanya memenuhi fungsi tapi juga harus cantik. Oleh karenanya kita sebaiknya memberiakn dekorasi pada ruang makn berupa pocal point, seingga keberadaan ruang makan menjadi kuat. Ada macam cara yang dapat dilakukan untuk menghadirkan focal pont dalm ruang.
1.    Panel kaca
Panel kaca yang dipasang atau digantung pada salah satu dinding dapat memberiakan kesan luas dan lapang pada ruang makan, terutama apabila pencahayaan natural  pada ruang makan ini sangat baik. Panel kaca dengan permukaan yang reflektif dapat menjadi ‘kanvas’ dinanis untuk ruang makan, sehingga dengan sendirinya akan menjadi pusat perhatian diruang makan.
 Untuk menjadi panel kaca menjadi focal point, ukuran panel kaca harus besar, paling tidak menutupi 50 sampai dengan 70 % dari luas dinding.

2.    Main piece: natural dan buatan
Main piece adalah dekorasi yang diletakan pada bagian atas meja makan, digunaakn terutama pada ruang makan dengan orientasi terpusat. Yang biasanya menjadi centre piece  dengan harga yang sangat variatif. Misalnya, deretan pohin kecil dalam pot kecil, yang diatur secara liniar pada meja berbentuk persegi panjang pada bagian tengah meja makan.

3.    Lighting yang tepat
Lighting memegang peran penting dalam menata ruang makan. Coba anda bayangkan, sinar kekuningan yang melimpah pada ruang makan akan semakin memperkuat warna-warna kursi dan meja serta elemen lain pada ruang makan, sehingga dengan sendirinya ruang makan akan tampil lebih kuat dan berkarkarakter. Anda dapat juga memanfaatkan lampu-lampu indirect lighting untuk kesan ruang makan menjadi sejuk.
4.    Artwork
Hal lain yang dapat menggugah selera, mempercantik ruang, dan menunjukkan kepribadian pada ruang makan adalah koleksi artwork atau koleksi lainnya yang dimiliki. Pajanglah koleksi-koleksi pada salah satu dinding di ruang makan. Selain dapat menghemat uang, juga menghemat ruang, juga telah behasil memberiakn focal point unik pada ruang makan. Misalnya, memajang piring cina pada salah satu permukaan crezenda di ruang makan atau mengantungkannya pada dinding. Meletakan lukisan dengan warna-warna vibrant dan lain sebagainya tergantung dari koleksi yang dimiliki.

5  DESAIN RUANG MAKAN.
1.    Modern dan Hangat
Ruang makan bernuansa modern dengan tata cahaya lampu(lighting) yang harmonis dan hangat, salah satu karakter yagn menarik dari ruang makan yang satu ini. Terletek pada sistem pencahyaannya(lighting). Suasana ruang yang terkesan hangat, akrab, dan warna ruang yang mengundang selera makan terbebtuk oleh kombinasi yang harmonis antara general lighting lampu yang terdapt di plafon, task lighting lampu gantung di atas meja, spesial lighting lampu diding, yang tersembunyi di balik plafon.
Kehadiran elemen kaca yang cukup dominan, seperi permukaan meja makan, dinding, dan pintu, yang berbatasan langsung dengan area taman belakang, memperkuat karakter modern di ruang ini. Delapan buah kursi makan yang terbuat dari ayu dengan sandaran bemotif garis-garis verikal memanjang memberi kesan ringan dan serasi dengan gaya modern ruang makan.

2.    Meja Bundar Untuk Ruang Terbatas

Area makan ini terletak di tengah-tengah rumah yang tidak terlalu besar. Posisinya di apit oleh pantry dan area menuju tangga. Karena letaknya ditangga rumah, penataannya di buat sefleksibel mungkin.
Salah satu solusi yang bisa dibuat adalah memilih meja makn bundar berdiameter 120 cm. Meja makan dapap menampung 4 buah kursi secara melingkar. Pilihan bentuk dan posisi ini fleksibel dan cocok untuk lokasinyanyang berada di tengah rumah.

3.    Clean, Ringan dan Luas

Bersih dan sejuk, itulah kesan yang tertangkap saat berada di ruang makan yang satu ini. Kesan bersih terbentuk oleh ruangan yang terlihat bersih, dan diperkuat oleh warna putih yang dominan. Seluruh diding dan lantainya menggunakan keramik , warna putih. Selain clean look, warna pituh yang dominan juga membuat suasana diruanf makan terasa sejuk.
Tidak hanya itu, ruang makan yang terletk di belakang rumah dan menyatu dengan ruang keluarga, merangkap TV, terkesan lega. Kesan luas semakin kuat oleh pemakaian warna terang yang di hasilkan oleh warna putih dan hadirnya dinding kaca transparan taman belakang.
Meja makan menggunakan kaca transparan dan kaki kursi terbuat dari besi stainless steel, membuat furnitur utama di ruang makan ini terasa ringan.

4.    Kombinasikan Kayu dan Logam

Ruang makan ini menyatu dengan dapur dan ruang tamu. Satu set meja makan persegi panjang dan 6 buah kursi yang didominasi warna gelap menjadi elemen utama di ruang makan. Warna hitam pada kerangka kursi dan coklat pada upholstery terlihat kontras dengan furnitur lainnya. Akan tetapi kehadirannya terlihat serasi dan harmonis. Pemakaian unsur logam yang  dibentuk melengkung pada kaki kursi bergaya retro ini membuat tamoilan tampilan ruang makan ringan dan terkesan maskulin.
Untuk memberi kesan terang dan lega, seluruh lantai termasuk lantai ruang makan, menggunakan keramik berwarna terang berukaran besar, 50 x 50 cm. Motifnya dipilih yang bernuansa modern, sesuai dengan karakter ruang.

5.    Anggun dan Bertema

Ruang makan ini terletak ditengah-tengah rumah, menyatu dan di apit oleh ruang keluarga dan tangga. Posisinya yang berada di bawah void dan menyatu dengan ruang lain, menjadikan ruang makan tekesan terbuka dan lega.
Keberadaan satu set ruang makan dengan 6 buah kursi menyiratkan nuansa modern yang anggun. Desain meja  persegi panjang yang  permukaannya sari kaca dan kursi dengan upholstery pada dudukan serta sandaran, memperkuat kesan anggun di ruang makan.
Keanggunan ruang makan semakin lengkap dengan penataan meja makn yang rapi dan mengungsung tema tertentu.


DAFTAR PUSTAKA
2006.GRIYA asri, Vol. 7 No. 4.
Hotmian Siahan.2007.Serial RUMAH, Ruang Makan; penerbit PT prima Infosarana Media,jakarta.
www.griyaimpian.com
www.property.com

0 komentar:

Poskan Komentar